Ke India tidak mampir di Taj Mahal rasanya kurang lengkap. Musoleum yang masuk tujuh keajaiban dunia ini sungguh elok. Inilah adikarya arsitektur Kekaisaran Kerajaan Islam Mughal yang proses pengerjaanya butuh waktu 23 tahun. Bangunan ini dipersembahan Kaisar Mughal Syah Jahan untuk istri tercintanya dari Persia, Arjumand Banu Begum, atau dikenal Mumtaz-ul- Zamani atau Mumtaz Mahal.

Dari New Delhi, ke Kota Agra, tempat Taj Mahal berada, berjarak sekitar 200 kilometer lebih. Bisa ditempuh dengan kereta api, bus, atau mencarter taksi pulang pergi seharga 5.000 – 6.000 rupees. Atau Rp 1 juta lebih.

Minggu (11/9/2011) penulis meninggalkan New Delhi ditemani seorang mahasiswa. Lalu lintas pagi itu begitu sepi. Jalan-jalan masih lapang. Kendaraan terus melesat melintasi jalanan mulus dengan dua jalur.

Sekitar 50 kilometer dari New Delhi , kendaraan berhenti untuk melapor petugas. Deretan truk, kendaraan pribadi, bus juga melapor. Banyak pedagang, minuman, aksesori, bahkan tukang tandak bedes mengetuk kaca pintu mobil keras-keras agar dibuka. Tapi, saya pilih diam karena memang tidak bermaksud membeli apa-apa. “Foto sir, “ ujar tukang tandak bedes berulang kali sambil menyuruh monyetnya menari.

Sekitar 4,5 jam perjalanan sampai di Agra. Namun untuk ke lokasi Taj Mahal yang berada di tepi Sungai Yamuna masih 4,5 kilometer lagi. Jalannya agak sempit dan banyak perempatan di sana sini. Apalagi, banyak bus wisata menuju ke Taj Mahal. Hingga laju kendaraan tersendat.

Beberapa ratus meter sebelum tiba di Taj Mahal pengunjung bisa menyaksikan kekokohan benteng Agra berwarna merah bata. Lokasinya berada di seberang Taj Mahal. Kedua bangunan itu dipisahkan Sungai Yamuna yang sangat lebar. Benteng itu juga peninggalan Kekaisaran Kerajaan Islam Mughal yang pernah berjaya di India. Sampai kini benteng itu masih kokoh dan jadi jujukan wisatawan.

Parkir mobil dengan pintu masuk Taj Mahal cukup jauh, sekitar 1 kilometer lebih. Untuk ke sana pengelola Taj Mahal mengoperasikan bus atau kendaraan bebas polusi. Seperti kendaraan lapangan golf yang digerakan baterai. Kawasan Taj Mahal memang steril kendaraan dan bebas polusi.

Ada juga penarik angkutan riksa sejenis becak, sampai jerapah menawarkan jasa secara agfresif kepada para pengunjung. Harganya bervariasi, 50 sampai 100 rupees. Bisa juga jalan kaki.

Guide lokal juga banyak. Tarifnya tergantung kepandaian Anda menawar. Umumnya 200 sampai 400 rupees. Biasanya setelah mengantar mengelilingi Taj Mahal mereka minta fee lagi. Itu hal lazim di India.

Kompleks Taj Mahal dijaga ketat tentara bersenjata berlapis-lapis. Sebelum masuk kawasan Taj Mahal pengujung diperiksa. Setelah masuk pintu pengujung bisa membeli karcis masuk. Harganya, untuk turis asing 750 rupees atau sekitar USD 20.

Pengunjung harus antre 20 menit sampai satu jam. Lama tidaknya bergantung sedikit banyaknya pengujung hari itu. Rata-rata ada sekitar 30 ribu sampai 40 ribu pengujung per hari. Sebelum masuk bagi pengujung yang membawa tas bisa menitipkan di loker. Haganya cukup murah. Sebab, yang bisa dibawa masuk hanya kamera, hanphone, dompet, dan paspor.

Setelah dapat karcis, pengunjung bisa menunjukkan tiket untuk mendapatkan plastik alas sepatu dan air mineral kemasan. Sebab, untuk memasuki kompleks utama Taj Mahal harus melepas sepatu atau cekeran kalau tidak punya plastik alas sepatu.

Tapi, banyak pengunjung mengambil plastik alas kaki bekas pengunjung lain untuk dipakai masuk kompleks Taj Mahal. Termasuk guide yang menemani penulis. Enaknya kalau bawa guide tidak pakai antre.

Saat masuk kompleks pun pengunjung harus antre. Barang bawaan juga digeledah. Selain kamera, handphone , dompet, dan paspor bisa menimbulkan masalah karena tidak boleh dibawa masuk. Di dalam kompleks juga ada tentara bersenjata yang terus mengawasi pengujung.

Begitu masuk kompleks Taj Mahal pengunjung dibuat terpukau keindahan pintu masuk utama. Warnanya khas merah bata. Sejak dibangun hingga sekarang warnanya tidak berubah. “Itu warna asli, bukan dicat,” kata Khan, guide yang mengantar penulis.

Di sini banyak juru potret amatir menawarkan jasanya. Sekali foto sekitar 60 rupees atau sekitar Rp 15 ribu. Pengunjung bisa bergaya dengan latar belakang bagian Taj Mahal sesuai selera.

Begitu memasuki pintu utama, pengunjung makin terpukau dengan kemolekan Taj Mahal yang terbuat dari pualam marmer putih. Sungguh eksotik. Di sini banyak pengunjung mengabadikan diri berlatar taman, kolam memanjang, serta Taj Mahal di kejauhan.

Memasuki bangunan inti Taj Mahal yang tinginya sekitar 60 meter itu, pengunjung kian terkagum. Dengan bumbung kubah dan menara yang terbuat dari marmer putih, serta seni mozak yang indah.

Sebanyak 43 jenis batu permata, seperti berlian, jed, kristal, topaz, dan nilam makin memperindah Taj Mahal.

Di sini pengunjung bisa melihat aneka batu permata dari berbagai negara menghiasi tembok dan ruangan Taj Mahal. Batu-batu bukan gambar atau dilukis. Tapi, batu utuh yang digosok sedemikian rupa lalu dimasukkan ke tatakan marmer. Benar-benar jlimet.

Kalau diorot lampu batu-batu itu akan akan memendarkan cahaya. Seperti ruangan utama sekitar makam memang sedikit gelap. Karena itu petugas menyewakan senter kecil seharga 15 rupees.

Saat bulan purnama, komolekan Taj Mahal kian bersinar karena akan mengeluarkan cahaya warna-warni.

Di tegah bangunan Taj Mahal ada dua kuburan. Satu makam agak besar terbuat dari pualam putih. Itu adalah makam Kaisar Mughal Syah Jahan. Sedangkan satu makam berukuran sedikit kecil adalah makam istrinya, Arjumand Banu Begum atau dikenal Mumtaz-ul Zamani atau Mumtaz Mahal. Tapi, makam itu tidak asli. Karena yang asli berada di bawahnya yang sudah dicor hingga tidak bisa dimasuki atau dicuri orang. (yog/bersambung)