GUNUNGKIDUL – Gelombang tinggi yang menghantam sepanjang pantai selatan belakangan ini mengakibatkan sejumlah sarana rusak. Kendati begitu, Pemkab Gunungkidul memastikan tidak akan memberikan bantuan.

”Karena tidak masuk kategori bencana alam. Jadi tidak ada penggantian atau bantuan,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Gunungkidul Khairuddin saat dihubungi Minggu (22/7).

GRAFIS: ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA

Kondisi ini berbeda dengan badai siklon tropis Cempaka akhir tahun lalu. Menurutnya, berbagai kerusakan bakal diganti. Hanya, berbagai kerusakan itu masih diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Merujuk data dinas, Khairuddin menyebut jumlah kerusakan akibat fenomena alam tahunan ini cukup banyak. Di Pantai Drini, misalnya. Sedikitnya lima kapal rusak dan satu 20 set jaring hilang akibat terbawa arus. Kendati begitu, Khairuddin menegaskan, pemerintah tidak akan berpangku tangan. Guna mendukung sektor kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana menyalurkan kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (kusuka).

”Ada sekitar seribu kartu kusuka yang akan diberikan,” sebutnya.

Dengan kartu ini, Khairuddin mengklaim, nelayan maupun pembudi daya bakal memperoleh berbagai kemudahan. Seperti mengakses bantuan.”Saat ini kami gencar menyosialisasikannya kepada nelayan,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki menyebut berbagai banguna yang mengalami kerusakan akibat terlalu dekat dengan bibir pantai.

Idealnya, seratus meter dari tinggi pasang laut harus steril. Tak terkecuali dari lapak pedagang.

”Berdekatan dengan pantai nggak boleh,” tegasnya.

Mengacu data BPBD terbaru, Edy menyebut lokasi berbagai kerusakan tersebar di empat pantai. (lihat grafis). (gun/zam/mg1)