SLEMAN – Event cycling Tour De Ambarrukmo (TDA) kembali digelar, Sabtu (21/7). TDA 2018 ini diikuti 785 peserta baik dari Jogjakarta dan sekitarnya, seperti Jakarta, Bandung, Kalimantan. Bahkan Singapura.
Flag off dilakukan pukul 05.30 oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X didampingi Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dhofiri, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti, GM Plaza Ambarrukmo Surya Ananta, Presiden Direktur Ambarrumo Tjia Eddy Susanto, dan tamu lainnya.

Menurut General Manager Plaza Ambarrukmo Surya Ananta, TDA ini dinilai cukup positif oleh para pecinta olahraga sepeda. Terlebih penyelenggara tidak menghilangkan unsur Jogja dan pariwisatanya dalam menentukan rute yang harus dilewati. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat citra Jogjakarta sebagai kota wisata dan budaya melalui sepeda.

Surya menyebutkan, salah satu faktor banyaknya peserta dari luar daerah karena melihat rute yang cukup unik dengan medan yang tidak mudah. Berbeda dari tahun lalu, rute TDA 2018 kali ini peserta harus melewati dua race dan tiga pitstop di Kota Jogja dan tiga kabupaten. “Terbukti jumlah pendaftar melebihi dari tahun lalu. Namun kami batasi agar bisa maksimal dalam keberlangsungan kegiatannya, juga pengawalan,” ungkapnya.

Peserta menempuh rute 143 km yang dimulai dari Royal Ambarrukmo menuju Tugu Jogja-Malioboro-Keraton kemudian menuju Pantai Parangtritis sebagai pitstop pertama yang berada di Kabupaten Bantul. Peserta melanjutkan ke Kopi Panggang Gunungkidul setelah mengikuti race King of Mountain (KOM) dan Queen of Mountain (QOM) di Pitstop 1 ke Pitstop 2 Kopi Panggang. “Peserta KOM dan QOM ini ada beberapa kategori seperti berat badan dan usia peserta,” imbuh Surya.

Dari Kopi Panggang peserta melanjutkan perjalanan ke Pitstop 3 yaitu di Candi Prambanan. Kemudian melanjutkan ke race kedua yang berada di jalur Cangkringan dan kembali ke garis finish di Pendopo Royal Ambarrukmo.
Salah seorang peserta TDA 2018 asal Jakarta Fuad Supriadi mengaku sudah kedua kalinya mengikuti event cycling tersebut. Dia rela jauh-jauh membawa sepeda dan perangkatnya ke Jogjakarta untuk bergabung dalam TDA 2018 ini. ”Event ini cukup menarik untuk diikuti para pecinta gowes. Selain menyehatkan, event ini juga mengajak kami bertamasya,’’ kata Fuad. (ita/din/mg1)