BANTUL – Mengusung konsep kearifan lokal Bumdes Panggung Lestari memiliki satu unit usaha yang diminati wisatawan. Yaitu, Kampoeng Mataraman. Destinasi ini menawarkan wisata edukasi dengan menghadirkan kembali nuansa Mataram awal abad ke-19.

“Kami tidak punya potensi alam. Tapi kami bisa mengembangkan wisata berbasis kreativitas,” ungkap Direktur Bumdes Panggung Lestari Eko Pambudi di Kampoeng Mataraman Minggu (22/7).

Karena bernuansa Mataram, seluruh bangunan hingga pernak-pernik di destinasi yang terletak di selatan ring road selatan ini berkonsep khas. Bahkan, seluruh pegawai Kampoeng Mataraman juga menggunakan pakaian khas adat Jawa. Ala mataraman. Begitu pula dengan makanan yang dijual. Semuanya khas pedesaan.

”Seperti lodeh, oseng genjer, kembang gedang, dan lompong,” sebutnya.

Eko melihat konsep yang diusung Panggungharjo dapat diadopsi BUMDes lain. Ini solusi bagi desa yang tidak memiliki potensi alam. Dengan begitu, tidak ada alasan desa kesulitan mengembangkan BUMDes lantaran terkendala potensi alam.

”Karena BUMDEs, kami juga mengedepankan transparansi dalam pengelolaan keuangan,” tambahnya.

Kepala Unit Warung Ratengan Kampoeng Mataraman Nuzulina mengatakan, mayoritas menu yang dijual digandrungi wisatawan. Meski menu tersebut khas pedesaan.

”Jajanannya juga khas ndeso. Seperti tahu isi, tahu susur, pisang goreng, dan kacang godong,” katanya. (ega/zam/mg1)