SLEMAN – Bermain di hadapan puluhan ribu suporternya PSS Sleman tampil trengginas saat menjamu Blitar United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu malam (21/7). Hasilnya tim berjuluk Super Elang Jawa (Super Elja) berhasil menggilas tamunya dengan skor 2-0. Dua gol PSS Sleman disumbangkan Dave Mustaine lewat titik putih dan Slamet Budiono.

Dengan tambahan tiga poin ini, PSS berhasil mengemas poin 19 dan kokoh di peringkat kedua wilayah timur. PSS menempel ketat Madura FC yang masih bertengger di puncak klasemen, selisih satu poin dengan PSS Sleman.
Meskipun menang, Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara masih menyoroti kinerja para pemainnya yang dianggap banyak membuang peluang. “Banyak kesalahan individu, umpan salah, dan peluang di depan gawang banyak terbuang,” kata Seto seusai pertandingan.

Padahal, Seto menilai anak asuhnya bisa saja menang dengan margin gol lebih dari dua gol. Di babak pertama saja, ana-anak Blitar nampak kewalahan dan tuan rumah menguasai jalannya pertandingan.
Berkaca dari hasil ini, Seto menghendaki evaluasi tim demi mempersiapkan tim untuk laga selanjutnya melawan PSIM Jogja, Kamis (26/7) mendatang. Pemain akan diliburkan sementara untuk recovery. Senin besok mulai latihan kembali.
Asisten Pelatih Blitar United Bonggo Pribadi menilai, anak asuhnya sudah berjuang maksimal dengan memberikan perlawanan terbaiknya. Dia mengakui faktor fisik masih menjadi masalah utama. Itu karena padatnya jadwal yang harus dilakoni dalam beberapa hari ini.

Dengan hasil ini, Bonggo akan melakukan pembenahan guna mempersiapkan modal untuk lawatannya ke Lumajang sebelum partai kandang. “Hasil di sini akan kami jadikan pembelajaran sehingga mendapatkan hasil yang maksimal,” bebernya.

Sepanjang jalannya pertandingan, PSS Sleman nampak tidak mau bermain-main dengan menurunkan tim terbaiknya. Hasilnya, gelombang serangan Super Elja mengurung habis pertahanan Blitar United yang dikomando bek Aditiya Wahyudi.

Kendali permainan langsung dipegang yim berjuluk Super Elja sejak kick off babak pertama dimulai. Berulang kali motor utama serangan PSS Sleman Ichsan Pratama berhasil menembus pertahanan tim tamu. Sepakan dari anak-anak Sleman juga sering mengancam gawang Blitar United yang dijaga Tri Windu Anggara.

Serangan bergelombang dari tim tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit 30. Penetrasi Tambun Naibaho dari sisi kanan pertahanan lawan membuahkan hadiah penalti setelah dia dijatuhkan di kotak terlarang. Dave Mustaine yang dipercaya menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya.
Unggul satu gol tidak lantas membuat PSS Sleman mengendurkan serangan. Justru peluang demi peluang terus dihasilkan oleh trio Tambun, Slamet, dan Lastori. Puncaknya, di menit ke-44 kerja sama apik Arie Sandi dan Slamet Budiyono membuahkan gol kedua untuk Super Elja yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. PSS bisa saja menambah keunggulan andai saja sepakan Tambun Naibaho di menit 28 tidak dianulir karena offside. (har/cr5/din/mg1)