Aksi Sapta Pesona dan Sadar Wisata yang diinisiasi Dinas Pariwisata DIY berlanjut. Setelah dari Desa Wisata Songgolanggit, Mangunan, Dlingo, Bantul, aksi serupa diteruskan di kawasan wisata Pantai Drini, Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul Jumat (20/7).

Acara diikuti ratusan peserta. Mereka berasal dari berbagai pemangku kepentingan pariwisata. Kegiatan diawali kerja bakti membersihkan sampah. Lalu dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta.

Aris mengingatkan, untuk menarik wisatawan, setiap lokasi wisata harus memahami dan menjalankan Sapta Pesona. “Sapta Pesona merupakan jabaran konsep Sadar Wisata. Khususnya terkait dukungan dan peran serta masyarakat sebagai tuan rumah yang mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata,” katanya.

Tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata dilakukan melalui implementasi dari unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah dan unsur kenangan. Unsur aman berarti daerah tujuan wisat memberikan rasa tenang dan bebas dari rasa takut maupun kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan ke daerah tersebut.

Tertib artinya kondisi lingkungan dan pelayanan di destinasi pariwisata mencerminkan sikap disiplin, profesional, dan layanan memberikan rasa nyaman bagi wisatawan. Kualitas produk dan pelayanan di destinasi pariwisata mencerminkan keadaan yang bersih dan sehat.

Sejuk berartu destinasi pariwisata mencerminkan keadaan yang sejuk dan teduh yang akan memberikan perasaan nyaman dan betah bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.

Unsur indah mencerminkan daerah tujuan wisata memberikan rasa kagum dan kesan mendalam bagi wisatawan sehingga mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang.

Ramah Tamah berarti sikap masyarakat di destinasi pariwisata mencerminkan suasana akrab, terbuka dan penerimaan yang tinggi. Suasana ini memberikan rasa nyaman dan betah laksana di rumah sendiri bagi wisatawan yang berkunjung kunjungan ke daerah tersebut.

Unsur ketujuh dari Sapta Pesona adalah kenangan. Pengalaman berkesan yang diperoleh wisatawan di destinasi pariwisata memberikan kenangan indah yang membekas bagi wisatawan sehingga mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang.

“Jika objek wisata memiliki semua unsur Sapta Pesona, maka wisatawan akan ramai. Karena terkesan, mereka akan kembali lagi,” kata Aris.

Lebih jauh dikatakan, unsur-unsur Sapta Pesona harus dipenuhi. Pertimbangannya, sektor pariwisata bisa meningkatkan sektor ekonomi daerah. Kondisi lingkungan yang membuat wisatawan merasa nyaman dan aman ikut menentukan terwujudnya pengelolaan wisata yang baik.

Aris ingin agar para pengelola destinasi wisata seperti kelompok sadar wisata (pokdarwis) bisa menyadari arti pentingnya Sapta Pesona. Selama ini semua bentuk pelayanan mulai makanan hingga tukang parkir tidak pernah luput dari perhatian wisatawan.

Menurutnya, pengelolaan destinasi wisata di DIY termasuk Gunungkidul oleh pokdarwis sudah berjalan baik. Namun demikian masih harus ditingkatkan. Masalah kebersihan juga disinggung Aris. Sampah sering terlihat di kawasan pantai. Sampah-sampah itu mungkin dibawa oleh pengunjung. “Kiranya pengelola menyediakan tempat sampah yang memadai,” pintanya.

Ketua Pokdarwis Pantai Drini Marjoko mengatakan aksi Sapta Pesona dan Sadar Wisata itu memberikan motivasi para pelaku wisata meningkatkan kepedulian terhadap Pantai Drini. Terutama menjaga keindahan, keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. “Secara bertahap kami terus berbenah agar Pantai Drini memiliki daya tarik unggulan bagi wisatawan,” kata Marjoko.

Sejak beberapa waktu lalu, Pantai Drini dilengkapi dengan kano, atau perahu kecil. Kondisi pantai memungkinkan untuk wisatawan bermain-main menggunakan kano. Pokdarwis juga menyiapkan jalan setapak dan pagar pengaman. Di atas bukit Pantai Drini wisatawan bisa menikmati keindahan alam pantai mulai dari Pantai Sepanjang hingga Pantai Krakal. (gun/kus/mg1)