SINERGI: Gubernur DIJ Paku Alam X (kanan) berbincang dengan Bupati Bantul Suharsono di sela upacara HUT ke- 187 Kabupaten Bantul Jumat (20/7). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

BANTUL – Kabupaten Bantul bertambah usia. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-187 Kabupaten Bantul, Jumat (20/7) menjadi momentum penting bagi pemerintah setempat. Di bawah komando Suharsono sebagai bupati, Pemkab Bantul mencanangkan program Bantul bersih 2019.
Suharsono mengatakan, budaya gotong royong menjadi salah satu kekuatan penting menuju terwujudnya Bantul bersih. Untuk mencapai sukses, diperlukan kekompakan seluruh masyarakat.

“Karena itu saya mengajak seluruh warga Bantul untuk bersama-sama saling menguatkan satu sama lain,” ujar Suharsono saat pidato sambutan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 187 Kabupaten Bantul di Lapangan Trirenggo, Jumat (20/7).

Penetapan peraturan daerah menjadi langkah awal menuju Bantul bersih 2019. Fokus mengatur, sekaligus mengakomodasi bank sampah di masing-masing desa. Agar pengelolaan sampah bisa tepat sasaran dalam mendukung program pemerintah. Tujuan lain demi mengurangi beban sampah kabupaten.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi sasaran pemerintah selanjutnya. Juga upaya optimalisasi potensi wilayah dan produk asli setempat (PAS). “Dengan kebersamaan, kehidupan perekonomian bersama akan terbangun,” tegas pensiunan Polri itu.

Suharsono berpesan, masyarakat harus terus berbenah dan selalu rukun. Saling menguatkan demi mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Salah satunya terorisme.
Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X menuturkan hal senada. Membangun Bantul harus dengan kearifan lokal, meski di era global. Untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bersama. “Kita harus meningkatkan daya saing demi menjadikan Bantul benar-benar istimewa,” ajaknya.

Dikatakan, hak otonomi pemerintah daerah menjadi tonggak kewenangan dalam pengembangan program berbasis masyarakat. Ini juga memengaruhi komponen kualitas pemerintah untuk memenuhi tuntutan kebutuhan publik. Pemerintah daerah dapat melaksanakan visi dengan mengutamakan efisiensi dan efektivitas program. Caranya dengan memberdayakan partisiasi masyarakat dalam pembangunan. “Membangun Bantul harus mengikutsertakan semangat gotong royong, keharmonisan kemandirian, kepedulian, dan kebersamaan,” tegasnya. (ega/yog/mg1)