KULONPROGO – Land clearing pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) selesai 100 persen. Sebanyak 33 rumah dan satu gudang milik 36 kepala keluarga (KK) di Desa Glagah dan Palihan telah dieksekusi seluruhnya.

Pembangunan konstruksi bandara akan segera dimulai. Angkasa Pura (AP) I tetap memegang target operasi bandara pada April 2019.

“Land clearing dilakukan pada lahan seluas 587 hektare. Sebanyak 33 rumah dan satu gudang milik 36 KK telah dikosongkan. Jumlah itu merupakan bagian dari total rumah milik 518 KK yang sudah dikosongkan lebih dulu,” kata Juru Bicara NYIA Agus Pandu Purnama Jumat (20/7).

Menurut dia, tuntasnya pengosongan lahan menjadi awal pembangunan konstruksi. Dinamika yang terjadi di lapangan adalah wajar dalam pembangunan megaproyek.

“Mudah-mudahan April 2019 bandara dengan panjang runway 3.250 meter dan lebar 60 meter bisa segera beroperasi. Ini menjadi bandara terbesar yang pernah dibangun AP I,” ujar Agus Pandu.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan warga telah diberi hidayah. Mereka tidak memberikan reaksi berlebihan.

‘’Pak Kapolres, Pak Dandim, relawan telah maksimal melakukan usaha (pengosongan lahan) secara manusiawi,” kata Hasto.

Tugas pemkab selanjutnya, mengurus warga terdampak bandara. “Ada warga yang meminta tolong menurunkan genting, menjadi tanda kami masih dipercaya. Kami tetap akan membantu mereka nantinya,” janji Hasto.

Pendataan segera dilakukan Dinas Sosial. Pemkab juga menyiapkan lahan untuk rumah gratis di tanah Pakualaman Grond (PAG) Desa Kaligintung.

“Kami minta pembangun rumah dipercepat. Supaya bisa segera ditempati mereka yang masih terlantar. Pelatihan juga sudah disiapkan untuk menyambut bandara,” kata Hasto.

Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution mengatakan pihaknya mengamankan kebijakan nasional supaya berjalan lancar sesuai target presiden. Sebanyak 700 personel gabungan, Polri/TNI, Satpol PP, BPBD, Dinsos dan relawan diterjunkan dalam pengosongan lahan kemarin.

“Mereka bertugas cukup baik. Riak kecil pasti ada. Namun dengan kesabaran, bisa dilalui dengan lancar. Satgas negosiator telah berupaya maksimal. Ada warga yang naik ke atap akhirnya mau diturunkan,’’ kata Anggara.

Dikatakan, jika ada dorong-dorongan lumrah. Anggotanya tidak terpancing emosinya.

‘’Secara umum tidak ada tindakan anarkis dan chaos. Aktifis tidak ada yang diamankan. Hanya dijauhkan dari alat berat supaya tidak terluka,” kata Anggara.

Pimpinan Proyek NYIA Sujiastono mengatakan lancarnya pemindahan tidak lepas dari peran personel pengamanan. Pendekatan yang dilakukan persuasive.
“Sejak Januari 2017 telah genap tujuh bulan land clearing dilakukan. Tergetnya April 2019 beroperasi. Kami harus bergerak paralel dan simultan,” kata Sujiastono.

Warga yang rumahnya dirobohkan telah disiapkan rumah sewa, rusunawa dan relokasi magersari. Warga akan ditempatkan di rumah yang telah disiapkan. Hewan ternak ditempatkan di kandang penampungan.

“Warga yang minta diantar ke tempat saudaranya difasilitasi. Semoga pembangunan NYIA tepat waktu. Setelah jadi, yang menikmati masyarakat Kulonprogo dan DIJ,” kata Sujiastono.

Project Manager Airside PT Pembangunan Perumahan (PP) Yovi Hendra mengatakan hingga April 2019 target pengerjaan runway dan taxiway 100 persen. Pembangunan terminal dan Apron 50 persen.

“Untuk mencapai 100 persen seluruhnya, hingga 2020. Setelah land clearing beres kami kerja cepat. Tinggal membersihkan pohon dan sampah ke disposal. Nilai proyeknya Rp 6,2 triliun,” kata Yovi. (tom/iwa/mg1)