BANTUL – Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) kembali hadir. Seperti tahun lalu, event tahunan ini terpusat di Kabupaten Bantul. Tepatnya di Planet Pyramid Jalan Parangtritis KM 5,5 Sewon. Bertajuk Mesemeleh, FKY 30 digelar selama 18 hari. Persisnya mulai 23 Juli hingga 9 Agustus.

Seperti tahun-tahun sebelumnya pula pembukaan FKY 30 Senin (23/7) ditandai dengan pawai seni. Dimulai pukul 15.00 pawai seni mengambil start dari Taman Parkir Abu bakar Ali. Lalu, melewati Jalan Malioboro dan berakhir di kawasan titik nol kilometer.

Menurut Ketua Umum FKY 30 Roby Setiawan, ada 30 kelompok yang ambil bagian. Meliputi kelompok seni, komunitas kreatif, sanggar seni dan pusat latihan tari. Perwakilan berbagai daerah luar DIJ juga bakal ikut meramaikan. Berbeda dengan tahun lalu, konsep pawai seni kali ini mengusung karnaval topeng.

”Topeng-topeng tersebut menggambarkan sifat manusia yang berbeda-beda. Konsep ini sebagai wujud penerimaan kita atas perbedaan,” jelas Roby saat konferensi pers FKY 30 di Planet Pyramid Jumat (20/7).

Terkait pemilihan mesemeleh sebagai tajuk, direktur seni dan kreatif FKY 30 ini menguraikan, ada alasan tersendiri. Mesemeleh akronim dari mesem dan sumeleh. Artinya, senyum dan ikhlas. Itu sebagai harapan agar event kali ini mendorong para pelaku seni lebih maju dan kreatif. Menyusul perkembangan globalisasi.

”Harus ada regenerasi mengikuti perkembangan global,” ujarnya.

Ketua II-Direktur Program Pertunjukkan FKY 30 Ishari Sahida mengatakan hal senada. Menurutnya, ada sejumlah perbedaan lain dalam gelaran FKY kali ini. Di antaranya, panitia memberikan kesempatan lebih kepada pelaku seni untuk tampil lebih maju.

Penampilan pawai mesemeleh juga sebagai pembeda. Pawai yang diikuti perwakilan empat kabupaten dan kota di DIJ ini bertempat di Jalan Malioboro 7 Agustus mendatang. (ega/zam/mg1)