BANTUL – Drama tujuh gol tercipta saat tuan rumah PS Tira dikalahkan tamunya Borneo FC 3-4 di Stadion Sultan Agung (SSA) Jumat (20/7). Bermain di kandang sendiri, PS Tira teringgal terlebih dahulu melalui kaki Marlon Da Silva, memanfaatkan kesalahan kiper Syahrul Trisna di menit 18.

Setelah gol itu, skuad The Young Warriors-julukan PS Tira bereaksi dengan memberi tekanan balik. Hasilnya, empat menit setelah gol pertama Kim Sang Min menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Buruknya koordinasi lini belakang PS Tira harus dibayar mahal dengan lahirnya dua gol dalam tujuh menit untuk tim tamu. Dua gol itu diciptakan oleh Lerby Eliandy (24′) dan Wildansyah (29′).

PS Tira semakin terluka dengan kedua Marlod Da Silva di menit 37. Skuad asuhan Nil Maizar baru bisa memperkecil ketertinggalan dari Dimas Drajat, di masa injury time babak pertama.

Di babak kedua, upaya PS Tira untuk menyamakan kedudukan sepertinya akan terjadi saat Manahati Lestusen berhasil menciptakan gol melalui titik putih. Saat itu pertandingan baru baru berjalan tiga menit usai jeda. Namun sayang, upaya PS Tira untuk menyamakan kedudukan selalu kandas karena rapatnya barisan pertahanan tim tamu.

Kegagalan meraih poin tiga memuat PS Tira masih berkutat di zona merah klasemen Liga 1. The Young Warriors kini berada di posisi 16 dengan nilai 18. PS Tira terancam berada di dasar klasemen bila dua tim di bawahnya PSIS Semarang dan PSMS Medan berhasil meraih kemenangan.

Kalahan ini pun mencatatkan tren buruk Nil Maizar menangani PS Tira, yang belum mampu membawa kemenangan. Tercatat, Nil Maizar hanya mampu membawa PS Tira bermain dua kali seri dan 2 kekalahan.

Nil Maizar nengatakan kekalahan timnya disebabkan para pemainnya yang bermain kurang fokus. Para pemain, juga kerap salah dalam mengambil keputusan sehingga melakukan kesalahan-kesalahan fatal. “Ada gol yang terjadi karena kesalahan pemain sendiri. Untuk pemain di Liga 1, kesahalan seperti itu tidak boleh terjadi,” keluhnya.

Sementara itu pelatih Borneo FC Dejan Antonic mengaku cukup puas bisa mencuri poin penuh di kandang lawan. Namun dia memberikan catatan kepada timnya, yang membiarkan lawan menciptakan gol tambahan. “Setelah unggul empat gol menjadi 4-3. Pemain menganggap pertandingan sudah berakhir, padahal dalam sepakbola laga benar-benar berakhir ketika peluit panjang berbunyi,” jelasnya.

Menjelang laga melawan Sriwijaya FC, Dejan mengaku akan melakukan evaluasi terhadap timnya. Menurutnya laga melawan bisa menjadi jalan bagi Borneo, untuk merangkak ke papan atas. (bhn/din/mg1)