MUNGKID – Polsek Muntilan mengalami dilema dalam upayanya menegakkan aturan. Satu sisi dihadapkan pada kasus pencurian, yang jika dilihat secara materi tidak besar, yakni berupa 14 sisir pisang. Tetapi karena pelakunya melakukan berkali-kali dan perlu ada efek jera, maka kasusnya tetap diproses.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 364 KUHP tentang Tindakan Pencurian Ringan dan kemungkinan akan disidangkan Tipiring (tindak pidana ringan) di Pengadilan Negeri Mungkid, Senin (23/7) lusa,” kata Kapolsek Muntilan AKP Mudiyanti didampingi Kasi Humas Aiptu Yuli Wd, Jumat (20/7).

Kasusnya terjadi saat seorang wanita berinisial PW, 38, warga Banyurejo, Tempel, Sleman, yang kesehariannya sebagai buruh itu ditangkap petugas keamanan Pasar Penampungan Muntilan. Dari tangannya didapati 14 sisir pisang.

“Sekitar pukul 05.00 saat para pedangang pasar mulai berdatangan, saya melihat pelaku sedang memasukkan pisang yang bukan miliknya ke dalam karung plastik. Kejadian ini kemudian saya sampaikan kepada petugas keamanan pasar,” ujar seorang saksi mata bernama Siti Kopsoh.

Petugas keamanan kemudian meneliti karung plastik yang dibawa perempuan berstatus janda itu. Ternyata benar, ditemukan pisang yang kalau dinilai sekitar Rp 75 ribu. Pelaku kemudian diamankan ke Polsek Muntilan.

“Saat diperika petugas, pelaku mengakui sudah 10 kali melakukan hal yang sama di dalam Pasar Muntilan dan hasilnya dijual kembali untuk biaya sekolah anaknya,” tutur Yuli.

Ditegaskan oleh petugas, meski berdalih untuk biaya sekolah, tetapi karena dilakukan berkali-kali, maka kasus tersebut tetap diproses. (dem/laz/mg1)