GUNUNGKIDUL – Daftar pemilih sementara (DPS) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul sebulan lalu ternyata bermasalah. Itu terbukti dengan kejanggalan yang ditemukan Panitia Pengawas Pemilu (Panswalu) Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya anak di bawah umur terdata sebagai pemilih.

”Ada 17 anak di bawah umur yang terdata,” jelas Komisioner Panwaslu Gunungkidul Divisi Pencegahan dan Hubungan antarlembaga Rosita di kantornya Jumat (20/7).

Masuknya 17 anak di bawah umur dalam DPS belum seberapa. Rosita menyebutkan, total ada 3.217 data bermasalah yang ditemukan panwaslu. Itu meliputi nama ganda sebanyak 1.375 orang, nomor induk kependudukan (NIK) ganda 593 orang, pemilih tidak jelas sebanyak 113 orang. Lalu, pemilih yang telah meninggal dunia 622 orang, dan pemilih telah memenuhi syarat tapi belum terdaftar sebanyak 264 orang.

”Kami juga mencermati adanya calon pemilih tanpa NIK sebanyak 20 orang,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, DPS Pemilu 2019 juga masih menyertakan dua anggota TNI dan Polri aktif tercatat. Kemudian pindah domisili 139 orang dan kesalahan penulisan nama, alamat, dan tempat tanggal lahir sebanyak 73 orang. Rosita memastikan telah menyampaikan hasil temuan ini kepada KPU.

”Biar segera dilakukan perbaikan,” tandasnya.

Ketua KPU Gunungkidul M Zainuri Ikhsan mengaku sudah menerima rekomendasi dari panwaslu terkait DPS bermasalah. Temuan itu telah ditindak lanjuti oleh panitia pemungutan suara dan panitia pemilih kecamatan.

“Validasi daftar pemilih dijadwalkan akan selesai sebelum penetapan daftar pemilih sementara hasil pemutakhiran atau DPSHP tanggal 22 Juli mendatang,” kata M Zainuri Ikshan.

Untuk diketahui, jumlah total DPS pemilu 2019 di Gunungkidul sebanyak 607.112 pemilih. Rinciannya, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 295.998 dan pemilih perempuan 311.114 orang. (gun/zam/mg1)