SMART CITY: Direktur PDAM Bantul Yudi Indarto menunjukkan aplikasi Siap Prima. (FOTO: PDAM FOR RADAR JOGJA)
BANTUL – Program smart city yang digulirkan pemkab menuai respons positif. Hal itu salah satunya dibuktikan dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan PDAM Tirta Dharma. Perusahaan pelat merah ini diam-diam ternyata merancang aplikasi khusus berbasis Android. Namanya PDAM Bantul Siap Prima. Aplikasi yang dapat diunduh di Play Store ini rencananya di-launching hari ini. Bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Ke-187 Kabupaten bantul.

Direktur PDAM Bantul Yudi Indarto mengungkapkan, Siap Prima merupakan akronim dari sistem informasi dan aplikasi pelayanan pengaduan, rekening, informasi lain melalui Android. Terobosan ini bertujuan untuk meningkatkan sekaligus memudahkan pelayanan.

”Melalui aplikasi ini pelanggan dapat mengakses beragam fasilitas dan informasi,” jelas Yudi di kantornya Kamis (19/7).

Di antara informasi dan fasilitas yang dapat diakses adalah jumlah tagihan rekening air, informasi gangguan aliran air, informasi pemasangan sambungan baru dan penyampaian pengaduan atau keluhan pelanggan. Juga informasi penting lainnya seperti promo program sambungan murah dan ketersediaan jaringan.

”Ini merupakan aplikasi pertama yang diluncurkan di DIJ,” ucapnya.

Tidak hanya Siap Prima, perusahaan yang berkantor di Jalan Wahidin Sudiro Husodo tersebut hari ini juga me-launching website khusus. Yakni, www.pdambantul.id Cukup dengan mengakses www.pdambantul.id pelanggan dapat mengakses beragam informasi seputar PDAM. Mulai informasi gangguan pelayanan, perkembangan perusahaan, hingga beragam kegiatan.

”Pelanggan juga dapat membayar tagihan melalui beberapa bank. Tanpa harus datang ke kantor,” ujarnya.

Yudi berpendapat kemajuan teknologi informasi tak dapat dihindari. Perkembangan teknologi berdampak signifikan terhadap semua lini. Tak terkecuali bisnis. Karena itu, Yudi menekankan, perusahaan yang dipimpinnya pun harus berinovasi. Mengikuti perkembangan teknologi. Toh, Pemkab Bantul juga menggulirkan smart city.

”Semua terobosan PDAM juga untuk menyosong smart city,” katanya.

Terlebih lagi, kata Yudi, persaingan dalam dunia bisnis semakin terbuka. Menyusul masyarakat ekonomi asean (MEA). Seluruh negara di kawasan Asia Tenggara bebas untuk menjajakan beragam produknya.

Melihat kondisi ini, Yudi mengajak seluruh stakeholder bergandengan tangan. Memperkuat perekonomian lokal. Salah satu caranya dengan memilih produk lokal. Tak terkecuali produk air minum dalam kemasan PDAM Bantul.

Dalam kesempatan itu, Yudi juga menyinggung perkembangan kinerja keuangan PDAM selama lima tahun terakhir. pada 2013, misalnya, PDAM hanya mendapat keuntungan Rp 130 juta. Lalu, pada 2017 naik menjadi Rp 742 juta. Angka ini kembali naik pada 2018. Mencapai Rp 1 miliar.

”Jumlah pelanggan pada 2013 hanya 17.000. Saat ini mencapai 29.500,” sebutnya. (zam/mg1)