Sahib Harmandir atau Hari Mandir atau dikenal Kuil Emas merupakan tempat paling disucikan penganut Sikhisme. Letaknya di Kota Amritsar, Provinsi Punjab, India. Berjarak 500 kilometer dari New Delhi, India. Setiap hari puluhan ribu kaum Sikh dari penjuru dunia ziarah di Amritsar. Kuil utama di tengah danau yang kubahnya berlapis emas 400 kilogram begitu memukau saat terpapar mentari pagi. Eloknya tiada dua.

Sabtu pagi (8/10/2011) pukul 06.00 suasana Kota Amritsar terlihat lengang. Hanya satu dua kendaraan melintas. Beberapa warga terlihat olahraga lari pagi, sebagaian nggowes. Toko dan warung masih tutup.

Tapi, sepagi itu jalan menuju Kuil Emas sangat ramai. Sekitar 100 meter menjelang lokasi Kuil Emas, polisi menyetop semua pengendara yang akan menuju kompleks kuil. Mobil harus diparkir dan pengunjung diminta jalan kaki.
Tampak ratusan penganut Sikh mamakai turban, ikat kepala dengan kain, berjalan beriringan menuju Kuil Emas. Bagi pengujung non Sikh tak dilarang. Hanya disarankan menutupi kepalanya dengan kain yang banyak dijajakan pedagang di sepanjang jalan menuju kuil.

Harganya tidak mahal. Hanya sekitar 10 rupee. Penutup kepala sebagai bentuk penghormatan terhadap penganut Sikh. Pengunjung juga dilarang minum alkohol, makan daging, atau merokok di tempat ziarah itu.

Sebelum memasuki kompleks Kuil Emas pengujung diminta melepas sepatu dan menitipkannya pada petugas loket jaga. Tidak dipungut biaya alias gratis. Baru setelah itu pengujung bisa memasuki area kuil yang cukup bersih.

Ada empat pintu masuk menuju kompleks Kuil Emas. Pengunjung pun diminta menyucikan kakinya. Caranya, melewati kolam dangkal berisi air alias tempat mencuci kaki saat hendak memasuki kompleks kuil. “Sama dengan cara berwudu di zaman Wali Sanga saat jamaah hendak memasuki masjid. Yakni, jamaah melewati kolam dangkal berisi air. Jadi, otomatis sama dengan mencuci kaki,” kata Adi, mahasiswa asal Jogjakarta yang kuliah di India saat menemani penulis di Amritsar. Bahkan banyak masjid di Indonesia masih menggunakan kolam dangkal tadi sebelum masuk masjid.

Begitu memasuki halaman kompleks Kuil Emas, mata penulis langsung terbelalak. Dikejutkan kilauan emas dari kuil utama yang dikitari danau. Benar-benar elok, apalagi sinar mentari pagi itu mulai menampakan diri dengan sinarnya menempa Kuil Emas hingga warnanya tampak kuning emas berkilauan. Benar-benar pemandangan menakjubkan. Paduan sinar mentari dengan kekuningan emas. Benar-benar emas murni yang membalut kubah kuil. Jumlahnya tidak main-main 400 kilogram.