GUBERNUR Hamengku Buwono (HB) X mengimbau masyarakat ikut mengawasi setiap kehadiran pendatang baru di wilayah masing-masing. Hal itu guna mencegah kemungkinan adanya orang baru yang ternyata terlibat jaringan terorisme. Sebagaimana diketahui, terduga teroris yang tertangkap adalah penduduk luar daerah yang berdomisili di Jogjakarta. Karena itu, HB X meminta warga tak sekadar menerima pendatang yang memenuhi syarat sebagai orang baru di suatu wilayah. “Warga perlu terjun langsung. Tidak hanya ketua RT, RW, lurah, tapi semua harus ikut mengawasi,” pintanya.Menurut HB X, peran serta pengawasan masyarakat bisa menjadi jurus untuk memutus mata rantai aksi terorisme.

Sementara itu terkait penggeledahan rumah Joko Susilo, Ketua RW 02 Karangmojo Riyanto mengungkapkan, anggota densus mengamankan sebilah pedang dan beberapa buku. Dikatakan, sejauh ini Joko dan keluarganya hidup menumpang di rumah saudaranya. Joko bahkan belum pernah memberikan laporan identitas pribadi kepada perangkat desa setempat.

Sukardi, salah seorang tetangga Joko, mengungkapkan jika sosok 40 tahun itu pribadi tertutup.
Beberapa kali ajakan kumpul warga tidak digubris. Mulai undangan kumpul RT, kerja bakti, tahlilan hingga kenduri. Tak sekali pun Joko hadir.

“(Joko, Red) tidak pernah srawung (berhubungan dengan tetangga). Kalau istrinya justru kebalikannya, beda jauh,” ungkapnya.

Meski jarang kumpul warga, rumah Joko justru kerap didatangi warga dari luar padukuhan. Frekuensi kedatangan beragam, mulai pagi hingga malam. (ita/dwi/yog/mg1)