Api Asian Games 201 dari New Delhi, India telah disatukan dengan api abadi dari Mrapen, Purwodadi, Jawa Tengah di Candi Prambanan. Api yang telah disatukan itu, obor diserahkan atlet bulutangkis peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 Susi Susanti kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Setelah acara di Prambanan api Asian Games itu dibawa ke Pagelaran Keraton Yogyakarta untuk diinapkan dan diterima Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi. Usai menginap semalam di keraton, dilanjutkan kirab obor di Kota Yogyakarta mulai pukul 07.00 Kamis pagi (19/7) kemarin. Pembawa obor dilepas Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dari Tugu Pal Putih menuju Surakarta.

Gubernur DIY Hamengku Buwono X menyatakan bangga Jogja mendapatkan kehormatan sebagai tempat persinggahan api Asian Games yang bersejarah tersebut.

“Ini kebanggaan karena Jogja menjadi titik kedatangan api dan awal kirab obor Asian Games 2018,” kata gubernur. Dia berharap Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang berjalan lancar dan sukses. “Indonesia semoga mendapatkan berprestasi tinggi sebagai tuan rumah,” harap raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Rasa bangga itu juga disampaikan Haryadi. Menurut dia, Indonesia tak sekadar sukses sebagai tuan rumah, namun juga berhasil dalam prestasi. Wali kota juga mengucapkan terima kasih karena Yogyakarta dipercaya menjadi tempat pertama kirab obor. “Api dari India dan Mrapen, Jawa Tengah telah menjadi satu di sini. Selanjutnya dibawa keliling se-Indonesia yang diawali dari Jogja,” katanya.

Sebelumnya, kedatangan api Asian Games 2018 dari India ke Indonesia telah berlangsung sejak Selasa (17/7) lalu. Sebelum mendarat di Bandara Adisutjipto, pesawat Boeing 737-500 milik TNI Angkatan Udara RI yang membawa api melewati perjalanan sejauh 7.300 km itu mendapat pengawalan lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle.

Atlet peraih medali emas bulutangkis Olimpiade Barcelona Spanyol 1992 Susi Susanti membawa api dari India itu turun dari pesawat. Kedatangan api Asian Games 2018 disambut Gubernur DIY Hamengku Buwono X, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir.

Setelah itu, Api Obor Asian Games menuju museum Pusat Angkatan Udara Mandala Yogyakarta untuk diinapkan sebelum diarak pada Rabu (18/7) menuju Candi Prambanan.

Erick Thohir mengatakan, peristiwa tersebut sebagai momen sejarah. Api Asian Games dari India yang tercatat menjadi tuan rumah Asian Games pertama 1951. Kedatangan api Asian Games di Yogyakarta dilanjutkan dengan kirab obor ke berbagai kota di Indonesia.

“Itu menandakan Asian Games 2018 tak hanya event olahraga semata. Asian Games bakal mempromosikan budaya, pariwisata dan kuliner Indonesia,” ungkap Erick.

Kirab obor melewati tujuh pulau, 18 provinsi dan 53 kota. “Asian Games 2018 kian menyatukan Indonesia,” ucapnya.

Sedangkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyatakan, pengambilan api obor dari India ini melibatkan TNI AU. Menurut dia, itu menjadi simbol TNI AU siap mengawal, mengamankan dan menyukseskan agenda Asian Games 2018. (kus/mg1)