KULONPROGO – Puluhan rumah milik warga penolak bandara dirobohkan kemarin. Mereka tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP).

Rumah mereka berada di lahan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Sempat terjadi perlawanan, namun eksekusi berjalan lancar.
Pantauan Radar Jogja, pengosongan lahan dimulai pukul 09.00. Alat berat digunakan untuk merobohkan rumah. Petugas TNI/Polri, Satpol PP melakukan pengamanan. Relawan membantu memindahkan barang serta hewan ternak milik waga menggunakan bus dan truk.

“Pengosongan berjalan lancar hingga pukul 16.00. Sebanyak 23 rumah dan satu gudang dikosongkan,” kata Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA dan General Manager Bandara Adisutjipto Agus Pandu Purnama.
AP I mengikuti permintaan warga. ‘’Termasuk memindahkan barang serta ternak. Sebanyak 20 rumah yang disewakan ada di Palihan dan Glagah, sengaja dicarikan yang dekat,” kata Agus Pandu.

Pihaknya berkomitmen warga bisa bergabung dalam pembangunan konstruksi bandara. Pelatihan pertukangan, las listrik, pendingin AC diberikan agar warga memiliki bekal bekerja di proyek bandara.

Secara hukum status tanah sudah sah untuk pembangunan NYIA. AP I sudah memberikan waktu yang cukup kepada warga untuk pindah.
“Pekan depan sudah masuk tahap pembangunan konstruksi bandara. Pada April 2019 NYIA ditarget sudah beroperasi,” kata Agus Pandu.

Project Manager Pembangunan NYIA Sujiastono mengatakan pengosongan lahan merupakan kelanjutan proses land clearing terhadap 33 rumah milik 36 KK yang masih bertahan di area NYIA. “Kami sudah mengikuti standar hak asasi manusia (HAM),” ujar Sujiastono.

Pengosongan lahan NYIA berjalan transparan. ‘’Media, pengacara hukum warga penolak diizinkan melihat agar tidak ada informasi yang bias,’’ kata Sujiastono.
Dikatakan, uang konsinyasi yang belum dicairkan Rp 33.4 miliar. Pencairan dilakukan dengan dua cara, langsung kepada penerima dengan transfer, dan bagi yang menolak uang dititipkan melalui pengadilan.

“Harapan kami bisa segera di cairkan untuk kemudian bisa digunakan. Jika kesulitan kami siap membantu, warga bisa datang ke Help Desk NYIA,” kata Sujiastono.

Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution mengatakan personel pengamaan dilakukan bersama. Melibatkan Pemkab Kulonprogo, TNI AD, TNI AU, dibantu relawan AP I dan Pemkab Kulonprogo.

Pengosongan lahan NYIA akan dilakukan hingga besok. “Tidak ada warga ditahan, hewan tidak ada yang dilukai, bendera tidak ada yang dirobek,” katanya. (tom/iwa/mg1)