JOGJA – Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah penyelenggaraan workshop “Growing Indonesia: Triangular Approach (GITA)”. Pertemuan ilmiah ini merupakan tindak lanjut dari Erasmus+.

Rektor UII Fathul Wahid mengatakan, pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut hibah kerja sama Erasmus+.

“GITA memiliki tujuan meningkatkan kapasitas universitas yang menjadi anggota dalam hal kewirausahaan atau entrepreneurship. Program ini sudah berjalan selama 18 bulan,” ujar Fathul Wahid.

Inti dari workshop ini, lanjutnya, adalah bagaimana memperkuat entrepreneur mindset, bukan semata-mata memberikan capacity building untuk membuat bisnis. Dari entrepreneur mindset ini ke depan bisa dimaknai kegiatan program dan menjadikan platform atau katalis ke arah entrepreneur university.

“Kegiatan GITA Erasmus+ diharapkan juga menjadi titik awal dalam kerja sama entrepreneurial,” ungkapnya.

Wakil Rektor UAD Abdul Fadhil menambahkan, melalui langkah bersama ini, perguruan tinggi yang terlibat ingin menjadian universitas menjadi entrepreneur university, bukan lagi sekadar teaching university.

Namun, untuk mengubah dari teaching university menjadi entrepreneur university, bukanlah perkara mudah. “Banyak yang harus dilakukan, perlu ada langkah-langkah yang tepat sehingga keinginan menjadikan entrepreneur university itu dapat tercapai sesuai harapan,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam workshop yang diadakan Kamis (19/7), hadir perwakilan University of Gloucestershire Nadine Sulkowski dan Neil Towers. Workshop ini diikuti 40 peserta dari 11 universitas antara lain University of Gloucestershire, Fachhochschule des Mittelstands, Dublin Institute of Technology, Innsbruck University. Juga dari President University, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Semarang, Universitas Brawijaya, STIE Malangkucecwara, dan dua tuan rumah UII dan UAD. (sky/ila)