SEMENTARA itu pihak ketiga yang aktif berperan dalam berbagai rencana pembangunan di Bantul, adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY. Dalam pembangunan Taman Paseban, BPD DIY hadir untuk pengadaan dua patung Jathilan. Nilai dua patung tersebut Rp 100 juta.

Pimpinan Kantor Cabang BPD DIY Bantul, Agus Ridwanta mengatakan, sebagaimana perusahaan-perusahaan umumnya, BPD DIY memiliki program Corporate Social Respomsibility (CSR). Dengan CSR ini, BPD DIY berusaha untuk peduli terhadap lingkungan, masyarakat, dan pemerintah daerah.

“Sebagaimana perusahaan yang lain, kami komit (Komitmen) terhadap pelayanan-pelayanan masyarakat. Dan karena kami di Bantul, maka objek SCR kami juga di Bantul,” kata Iwan, panggilan akrab Agus Ridwanta.

Dia membenarkan, terhadap Taman Paseban, pihaknya yang mengadakan dua patung Jathilan. “Itu kami adakan, sesuai dengan permintaan Pemkab Bantul, dalam hal ini Pak Bupati,” ungkapnya.

Sejauh ini BPD DIY sangat support setiap ada program dari pemerintah daerah. Apalagi program atau kegiatan tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Kami komit membantu, karena kami memang punya CSR. Dengan membantu pemerintah, meski nilainya tak terlalu besar, harapan kami bisa memberikan sumbangsih terhadap pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Dengan sumbangsih tersebut, meskipun sedikit bisa membantu efisiensi ABPD Kabupaten Bantul. Sebab kegiatan atau pengadaan yang seharusnya didanai pemkab melalui APBD, diambil alih dengan CSR BPD DIY. “Maksudnya, dana yang seharusnya untuk membiayai kegiatan, karena pembiayaannya diambil alih BPD, maka dana yang dimaksudkan itu selanjutnya bisa untuk membiayai kegiatan atau program yang lainnya oleh pemkab,” jelasnya,

Selain menghadirkan dua patung Jathilan di Taman Paseban, belum lama ini BPD DIY juga telah menghibahkan empat armada roda tiga sebagai pengangkut sampah. Empat armada tersebut, di antaranya diperuntukkan Pasar Imogiri satu unit, Pasar Niten satu unit, dan di Dlingo dua unit. “Ini sebagai bukti, bahwa kami sangat peduli dan komit terhadap lingkungan,” katanya.

Masih tentang CSR, selama ini BPD DIY Kantor Cabang Bantul juga konsisten untuk memberikan beasiswa terhadap siswa atau anak kurang mampu yang berprestasi. “Beasiswa ini diberikan terhadap siswa-siswi SMP dan SMA berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Tiap tahun beasiswa ini selalu ada,” katanya.

Juga dikatakan, untuk tahun depan (2019) total dana CSR yang dianggarkan BPD DIY di Bantul kurang lebih Rp 1 miliar. Dana ini direncanakan untuk ikut mendanai pembangunan Pintu Gerbang masuk Kota Bantul, dan pengadaan mobil layanan E-KTP bagi masyarakat lanjut usia (Lansia). “Yang pasti, kami ingin ikut ambil bagian dan berperan dalam pembangunan di Bantul,” ungkapnya.

Menurut Iwan, program CSR BPD DIY ini dimaksudkan dapat mendukung terjalinnya hubungan serasi dan seimbang antara perusahaan dengan masyarakat, sesuai dengan nilai, norma dan budaya masyarakat setempat. (*/jko/mg1)