JOGJA – Seiring maraknya aksi terorisme yang terjadi akhir-akhir ini, Jogja City Mall (JCM) mulai memperkuat pengamanan dengan menerjunkan tim security khusus di beberapa pintu strategis. Mulai dari pintu masuk utama dan pintu belakang di area parkir.

“Total ada delapan personel. Lima petugas di pintu utama dan tiga lainnya di pintu belakang,” kata Public Relations JCM Fandi Sutanto, Jumat (20/7).

Ifan, begitu panggilan sehari-harinya, mengungkapkan, pengamanan lebih ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Selain itu juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung saat berbelanja.

Adapun pengamanan yang diperkuat yakni pengecekan langsung di area pintu masuk parkiran dengan membaginya menjadi beberapa kolom. Tiga kolom untuk mobil dan satu kolom untuk motor. Sedangkan di pintu belakang double check berupa arus masuk saja.

“Jadi akses masuk parkir di JCM ini ada dua, depan dan belakang. Depan kami fokuskan di area sebelum air mancur dan area masuk hotel sementara di belakang di belakang pintu keluar,” ujar Ifan.

Tak hanya itu, JCM juga melakukan pengecekan berkala pada barang bawaan bagi pengunjung. Dengan menggunakan mesin detektor dan cek manual, setiap pengunjung yang lolos pengecekan kendaraan akan dicek ulang saat mereka masuk ke dalam mal. Baik itu di pintu utara sebelum eskalator ataupun di pintu selatan.

Dia mengaku, sebenarnya pengamanan seperti ini telah dilakukan jauh sebelum terjadi aksi teror. Namun sejak terjadi di Surabaya dan Jogja, pihak mal berusaha untuk melakukan pengamanan ektra.

Mengingat dihari biasa mal yang terletak disebelah barat ini bisa menggaet pengunjung antara 17-21 ribu orang per hari. Sementara di hari libur bisa mencapai 23-32 ribu pengunjung. (sce/met/ila)