BANTUL – PSIM Jogja menunjukkan kelasnya saat berhasil menghempaskan Kalteng Putra 2-0 di Stadion Sultan Agung (SSA) Kamis (19/7). Kemenangan tersebut, juga berasa spesial bagi striker PSIM Jogja Ismail Haris yang berhasil membuka kran gol pertama di kandang sendiri. Dia mencetak gol di menit 18. Ya, gol ketiga striker asal Makasar, Sulawesi Selatan, terasa spesial. Bermain di kandang sendiri, berasa menjadi beban bagi striker yang akrab disapa Mail ini.

Gol dari pemain bernomor punggung 90 tersebut baru terjadi setelah Laskar Mataram –julukan PSIM Jogja baru terjadi setelah laga ke sembilan. Umpan silang bek kiri, Crah Angger dari sisi sebelah kanan kotak penalti disambut dengan dengan sepakan terarah Ismail. Bola sepakannya gagal ditepis kiper Kalteng Putra Riki Pambaudi.

Unggul satu bola membuat PSIM terus meningkatkan serangan. Namun upaya PSIM Jogja untuk menambah pundi-pundi gol gagal, dikarenakan ketatnya pertahanan Laskar Iseng Mulang-julukan Kalteng Putra. Satu gol dari Ismail Haris bertahan hingga wasit meniup peluit babak pertama. Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin tinggi. Berkali-kali para pemain Kalteng Putra melakukan pelanggaran keras. Di menit ke 58, pemain belakang Kalteng Putra melakukan pelanggaran keras di kotak penalti. SWasit Sigit Budiyanto menunjuk titik putih dan Hendika Arga yang dipercaya menjadi algojo, sukses melaksanakan tugasnya.

Tertinggal dua gol, membuat emosi pemain Kalteng Putra semakin tidak terkontrol. Berkali-kali, pemain Kalteng Putra tampak melakukan tackling kotor, berbuah tendang bebas bagi PSIM. Kerap kali juga, laga dibabak kedua terhenti karena protes keras para pemain. Buntutnya, setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, ofisial tim tamu masuk lapangan dan memprotes keputusan wasit. Pihak keamanan dari aparat kepolisian harus turun tangan memberikan pengaman. Tidak sampai disitu, para pemain tim tamu pun ikut melakukan intimidasi wasit. Alhasil, panpel sempat bersitegang dan nyaris terjadi baku hantam.

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak mengatakan, raihan tiga poin di kandang menjadi bekal positif untuk menghadapi laga derby 26 Juli mendatang. Dia pun mengapresiasi para pemain, yang mampu bermain lepas di tengah target meraih kemenangan. ”Pemain sudah menunjukkan kualitasnya, meski bermain dengan tim yang secara kualitas cukup baik karena diisi sujumlah pemain berpengalaman,” terangnya.

Asisten Pelatih Kalteng Putra Bambang Sumantri menilai ada kepentingan lain dibabak kedua sehingga tensi pertandingan menjadi tinggi. Padahal, dibabak pertama jalannya pertandingan enak dilihat. ”Ini pelajaran bagi kami. Setelah dari Blitar kami juga dikerjai di sini,” kata eks PSIM Jogja di era 90an ini.

Pemain senior Kalteng Putra Firman Utina mengatakan telah memprediksi pertandingan yang dijalani sore ini. Dikatakan, PSIM bermain dengan semangat dan strategi cukup baik. “Mereka (PSIM) punya pemain muda berkualitas. Itu harus kita akui,” pujinya.

Asal hasil kemarin, PSIM Jogja tetap bertengger di posisi ketujuh dengan poin sembilan. Di pekan ke 10 PSIM Jogja akan kembali melakoni laga kandang melawan PSS Sleman. (bhn/din/mg1)