SEMARANG – PSS Sleman memastikan lolos ke 64 besar Piala Indonesia 2018, setelah mengandaskan perlawan tuan rumah PSD Demak 1-0 di Stadion Citarum Semarang Rabu (18/7). Gol semata wayang PSS Sleman lahir dari eksekusi Adi Nugroho, melalui titik putih di menit 61.

Meski tampil dengan komposisi pemain yang jarang merumput secara reguler, PSS Sleman mampu menunjukkan permainan menyerang. Tiga pemain yang sebelumnya diparkir, I Made Wirahadi, Syamsul Chaeruddin, dan Ilham Irhaz dipercaya pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro masuk dalam starting eleven.

Di babak pertama Rangga Muslim dkk, tampak kesulitan mengembangkan permainan. Ini lebih dikarenakan kondisi lapangan yang sebagian besar tidak ditumbuhi rumput. Akibatnya, bola umpan yang dikerap dilakukan pemain tidak mengalir sempurna. Beruntung, serangan gencar yang dilancarkan skuad Laskar Kalijago – julukan PSD Demak berhasil dibendung lini pertahanan yang dikawal Sahrul Kurniawan dan Yudi Khoeruddin.

Ancungan jempol juga layak diberikan kepada penjaga gawang pelapis PSS Sleman, Yoewanto Setya Beny yang kerap berjibaku mengamankan gawang dari kebobolan.

PSS Sleman sebenarnya sempat menceploskan bola ke gawang PSD Demak di menit ke 31 melalui sontekan Adi Nugroho. Sayang, hakim garis mengangkat bendera mengisyaratkan terjadinya offside, sehingga wasit menganulir gol yang tercipta.

Di babak kedua, PSS Sleman terus berupaya memecah kebuntuan. Irkham Mila sempat mendapat peluang usai menerima umpan cut back dari eks gelandang PSIM Jogja, Rangga Muslim. Namun, sepakan Irkham belum berhasil membuka kran gol PSS.

Seto mengaku cukup puas dengan capainya skuadnya. Diakui jalannya laga cukup berat karena kondisi lapangan yang tidak kondusif. ”Tapi kami bersyukur bisa meraih kemenangan,” jelasnya.

Dia pun mengapresiasi mentalitas anak asuhnya. Meski pemain yang diturunkan kemarin tidak bermain secara reguler, tetap menunjukkan semangat bermain untuk meraih kemenangan. ”Yang terpenting mereka enjoy,” terangnya.

Pelatih PSD Demak Yusuf Muhammad mengaku cukup puas meski timnya tersingkir dari babak 128 besar. Perjuangan para pemain dalam memberikan perlawanan kepada skuad PSS, dinilai sudah maksimal. ”Meski secara level di bawah PSS, tapi kami telah menunjukkan kemauan keras untuk menang,’’ jelasnya. (bhn/din/mg1)