BANTUL– Skuad PSIM Jogja sudah bisa move on dari hasil seri melawan Persiwa Wamena di Stadion Sultang Agung (SSA) akhir pekan lalu. Karena itu, raihan poin penuh menjadi target yang harus dicapai kala menjamu Kalteng Putra di SSA sore ini.”Kami semua siap mengamankan poin penuh,’’tegas gelandang bertahan PSIM Jogja Raymond Tauntu Rabu (18/7).

Raymond menganggap setiap laga yang dimainkan oleh PSIM adalah final, sehingga para pemain akan sekuat tenaga memenangkan pertandingan. Apalagi pada laga di kandang sendiri. Dukungan pemain ke 12, seharusnya bisa membangkitkan semangat juang dan mental pemain untuk memberikan poin maksimal.

Berkaca pada hasil terakhir di kandang sendiri, Laskar Mataram –julukan PSIM Jogja harus mewaspadi grafik positif pemainan Laskar Isen Mulang –julukan Kalteng Putra, yang pada laga sebelumnya mengandaskan tuan rumah Blitar United. Apalagi bila merujuk pada peringkat klasemen, dimana posisi Kalteng Putra berada dua kasta di atas PSIM Jogja, yang kini bertengger diperingkat ketujuh Klasemen Grup Timur Liga 2.

Belum lagi, secara komposisi, tim asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini dihuni sejumlah pemain kawakan yang telah malang melintang dipersepakbolaan nasional. Sebut saja nama Taufik Kasrun, Michael Yansen Orah dan Friman Utina menjadi andalan skuad Kalteng Putra.

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak pun mengakui kualitas komposisi yang dimiliki tim Kalteng Putra.”Mereka punya pemain yang bisa dikatakan sudah capai bermain di Liga 1,” jelas Bona.

Pelatih berdarah Batak ini mengatakan punya formula khusus untuk mengatasi permainan menyerang dari Kalteng Putra. Pressing tinggi, akan diterapkan oleh skuad parang biru, untuk mematikan kreatifitas trisula penyerang Kalteng Putra.”Kami akan bermain rapat dengan pressing tinggi agar permainan mereka tidak berkembang,” jelasnya.

Menghadapi tim tamu yang kerap bermain menyerang dengan skema 4-3-3 PSIM Jogja tetap akan menggunakan pola pakem 4-2-3-1. Keberadaan Raymond dan Yoga Pratama diharapkan bisa memutus alur serangan, yang ditempati Eki Nurhakim, Kushendya Hari Yudo dan M Rais.

Barisan penyerang, trio Hendika Arga, Supriyadi dan Hendri Setriadi dituntut memiliki kreativitas dalam memberikan umpan matang kepada striker Ismail Haris, yang sampai dengan pekan kesembila, belum juga mampu mencetak gol di laga kandang.

Sedangkan lini pertahanan yang tengah mendapat sorotan, kuartet Riskal Susanto, Edo Pratama, M Arifin dan Fandy Edi tetap dipercaya menjadi benteng pertama melindungi kiper Ivan Febrianto di bawah mistar.

Asisten pelatih Kalteng Putra Bambang Sumantri menyatakan 100 persen timnya siap menghadapi tuan rumah. Sebagai eks skuad Laskar Mataram di era 90-an, Bambang tentunya paham betul karakter bermain ala PSIM. ”PSIM selalu memiliki spirit yang luar bisa. Semangat bermain di kandang ini yang harus diantisipasi,” ujar pemain lima tahun merumput di Mandala Krida bersama PSIM.

Pencetak gol kemenangan PSIM atas PSS Sleman dibabak 10 besar Divisi I pada 1997 ini menyatakan, membawa 18 pemain terbaiknya ke Jogjakarta. Dia berharap dapat meneruskan tren positif kemenangan di SSA. ”Seluruh pemain fit dan kami siap mencuri poin,” katanya. (bhn/din/mg1)