(UJB FOR RADAR KAMPUS)

Civitas akademika Universitas Janabadra (UJB) Jogjakarta patut berbangga. Salah satu program studinya di Fakultas Pertanian, Agribisnis, mendapatkan peningkatan akreditasi dari B menjadi A oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) sesuai SK Nomor: 1684/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2018, tertanggal 7 Juli 2018.

Prodi Agribisnis dinilai sangat layak mendapatkan akreditasi A dengan kinerjanya yang sangat baik, bahkan telah melakukan banyak terobosan dan menjadi pionir berbagai aktivitas. Baik dalam proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola dan jalinan kerja sama yang melibatkan keaktifan mahasiswa.

Peningkatan akreditasi prodi agribisnis menjadi A ini makin mengukuhkan UJB sebagai Kampus Kebangsaan yang berkualitas dan kompetitif. Pencapaian akreditasi B telah diperoleh untuk universitas dan program studi seperti ilmu hukum, akuntansi, manajemen, ekonomi pembangunan, teknik sipil, teknik mesin, dan teknik informatika.

UJB sendiri memiliki program pascasarjana yaitu magister ilmu hukum, magister teknik sipil, dan magister manajemen dengan berbagai konsentrasi. Dari hasil evaluasi kinerja, UJB oleh Kemenristek Dikti pada akhir 2017 dinyatakan masuk dalam Top 5 Universitas Swasta Terbaik DIJ, dengan klaster sangat baik.

Dekan Fakultas Pertanian UJB Subeni mengatakan, dengan model pembelajaran berbasis KKNI, Prodi Agribisnis mengintegrasikan antar bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja, serta pengalaman kerja dalam rangka mewujudkan pengakuan kompetensi kerja. Ini sesuai struktur pekerjaan di berbagai sektor yang terkait pertanian dan bisnis.

Selain itu bersinergi dengan berbagia lembaga, baik pemerintah maupun swasta. “Prodi Agribisnis menyiapkan lulusannya dengan keseimbangan antara pengetahuan, sikap dan keterampilan yang nyata, baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler,” ujar Subeni.

Ia mengatakan hal ini saat digelar konferensi pers terkait perolehan akreditasi A oleh Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian UJB. Hadir dalam acara ini, Rektor Cungki Kusdarjito, Wakil Dekan 1 Retno Lantarsih, Wakil Dekan 2 Kadarso dan dosen Fakultas Pertanian UJB Sulistya.

Sinergi dengan berbagai lembaga itu, antara lain dilakukan dengan Korem 072/Pamungkas dalam acara “1 Jam Menanam 2 Ribu Pohon” dan latihan dasar kepemimpinan (LDK) di mana pelatih atau fasilitatornya dari sipil dan militer.
Aktivitas penunjang akademik juga terus dilakukan. Misalnya pengelolaan kebun dengan teknik hidroponik, mulai teknik instalasi, pembibitan, pemeliharaan, sampai pemasarannya. Sasaran penjualan di berbagai hotel, lembaga masyarakat, pondok pesantren, supermarket dan kalangan pecinta hidroponik.

“Dengan belajar teori sambil berkarya di dunia bisnis pertanian yang berkesan modern, bersih, asri, dan elegan serta bernuansa menyenangkan, menghibur dan ramah lingkungan memberikan nilai tambah dari mahasiswa untuk tumbuh dan berkembang mencintai dan mengembangkan pertanian,” kata Subeni.
Untuk mewujudkan hal itu, berdasarkan SK Dekan Fakultas Pertanian, terbentuk unit kewirausahaan dari mahasiswa Fakultas Pertanian yaitu Griyo Farm Indonesia. Menurut Sulistya, Griyo Farm Indonesia berlokasi di Pendowoharjo, berawal pada Januari 2016 bekerjasama dengan Komunitas Hidroponik Jogja.

“Saat ini mahasiswa dari UJB yang masih aktif di Griyo Farm Indonesia ada 10 mahasiswa. Selain itu, hasil yang dikembangkan berupa sayuran dan buah-buahan, bunga dan palawija,” tambah Sulistya. Terkait pemasaran hasil produk Griyo Farm Indonesia, pihaknya menyebut terutama untuk hasil sayuran ke mal dan supermarket.

Menurut Rektor Cungki Kusdarjito, rencana ke depan ada supermarket atau minimarket agro yang menjual sayuran, buah-buahan dan bunga. “Tentunya untuk melatih skill mahasiswa dalam berwirausaha dan memperkenalkan hasil produknya untuk dijual ke masyarakat luas,” ungkapnya. (*/a4/laz/fn)