Komitmen untuk menciptakan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat terus disuarakan. Lewat kurikulum yang ada, Fakultas Hukum (FH) Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) sudah menanamkan semangat kepada lulusan agar tidak hanya menguasai hukum secara teori. Tapi juga bisa mengembangkan ilmunya di masyarakat.

Penguasaan ilmu lapangan inilah yang kemudian banyak menciptakan lulusan yang terjun sebagai praktisi. Seperti pengacara, notaris, hakim, maupun komisioner lembaga negara. FH UCY punya satu prodi yaitu ilmu hukum. Peminatan baru akan dilakukan pada semester tujuh. Mahasiswa boleh memilih jurusan sesuai minatnya. Seperti hukum pidana, hukum tata negara, hukum bisnis, hukum administrasi atau hukum perdata.

“FH UCY juga memberi kesempatan pada masyarakat yang sudah bekerja untuk ikut kuliah di FH UCY,” ungkap Dekan Fakultas Hukum UCY Iin Suny Atmadja kepada Radar Kampus di ruangan kerjanya, Rabu (18/7). Tidak heran jika FH UCY membuka kelas sore. Menurut Iin, kelas sore dibuka sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang ingin belajar.

Ada banyak mahasiswa dengan berbagai profesi yang akhirnya mengikuti kuliah sore di FH UCY. Misalnya anggota polisi, karyawan pengadilan agama, pengadilan militer, pemerintah daerah, dan pengacara. “Kuliahnya sesuai dengan jadwal mahasiswa biasa. Bedanya pada waktu sore hari,” jelasnya. Peminat kelas ini cukup signifikan.

FH UCY juga peduli terhadap penyandang disabilitas. Pihak kampus memberikan fasilitas khusus untuk mahasiswa penyandang disabilitas, baik yang berkursi roda maupun tunanetra. Untuk proses kuliah, tidak menggunakan kelas di lantai dua dan tiga. Tapi kelas yang ada di lantai satu. Dosennya sama, tapi ruang kuliahnya yang dikhususkan.

Peminat Prodi Ilmu Hukum FH UCY mengalami fluktuasi. Walaupun tidak terlalu signigikan. Namun dalam tiga tahun terakhir ini peminatnya naik terus. Sebagai prodi yang bernaung di bawah perguruan tinggi berbasis Islam, FH UCY selain berupaya mencetak generasi yang tidak cuma menguasai intelektual, tapi juga menguasai ilmu agama. “Kami berupaya mencetak lulusan hukum yang insane,” jelasnya.

Iin berharap setelah lulus nanti mahasiswa bisa menjaga almamater. Selain peduli kepada lingkungan dan masyarakat. Lulusan tidak menjadikan sarjana segalanya, sehingga bisa berkontribusi kepada masyarakat.

“Lulusan senantiasa menjunjung tinggi tata karma dan moral. Ketika menjadi politikus atau aparatur sipil negara, bisa mengemban amanah dengan baik. Selain ikut menegakkan hukum di Indonesia,” tandas Iin. (ega/laz/fn)