GUNUNGKIDUL – Gelombang tinggi berpotensi terjadi di kawasan Kabupaten Gunungkidul. Mengacu informasi Tim SAR Korwil II, tinggi gelombang mencapai 27,5 fit atau sekitar delapan meter.

”Atau sekitar setinggi atap rumah,” kata Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Marjono saat dihubungi, Selasa (17/7).

Dari pencermatannya, ada sejumlah pantai yang rentan terhadap fenomena alam ini. Di antaranya, Pantai Indrayanti, Pantai Sepanjang, Pantai Drini, hingga Pantai Kukup. Berbagai sarana penunjang objek wisata seperti gazebo rentan rusak akibat diterjang gerlombang tinggi. Karena itu, Marjono mengimbau wisatawan, pedagang, hingga nelayan meningkatkan kewaspadaan.

”Kapal, lapak, hingga barang dagangan pedagang sudah dievakuasi,” ucapnya.

Menurutnya, gelombang laut belakangan ini cukup tinggi. Di kisaran dua hingga tiga setengah meter. Namun, puncak siklus tahunan itu diprediksi terjadi hari ini. Ketinggian gelombang mencapai delapan meter.

”Biasanya gelombang tinggi antara Juli hingga Agustus,” tuturnya.

Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Baron Sumardi mengungkapkan hal senada. Menurutnya, evakuasi kapal sudah berlangsung sejak tiga hari lalu. Itu dilakukan untuk menghindari kerusakan akibat hantaman gelombang tinggi.

”Nelayan memilih berhenti melaut untuk sementara waktu,” kata Sumadi.

Sumardi tak menyanggah fenomena alam ini berpengaruh terhadap roda perekonomian warga. Hanya, seluruh nelayan sudah terbiasa, sehingga mereka memilih alih profesi sementara waktu.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki meminta pengunjung untuk mematuhi rambu-rambu larangan yang terpasang di beberapa sudut pantai. Setidaknya ada 50 rambu yang terpasang di sepanjang pantai.

“Mulai dari larangan dilarang mandi di laut hingga larangan berteduh dibawah tebing karang, karena rawan longsor,” katanya. (gun/zam/mg1)