GUNUNGKIDUL – DPC PDIP Gunungkidul akhirnya mencopot Suharno dari jabatan Ketua DPRD Gunungkidul. Itu menyusul diterimanya surat dari DPP PDIP. DPC juga melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap salah satu politikus senior di Gunungkidul tersebut. Hal itu menyusul diterimanya dua surat keputusan (SK) DPP PDIP. Yakni, SK bernomor 4457/int/DPP/7/2018 perihal pengesahan dan penetapan ketua DPRD dan SK bernomor 4456/int/DPP/7/2018 perihal persetujuan pengesahan dan penetapan pejabat PAW.

”Dengan ini kami putuskan, ketua DPRD Dhemas Kursiswanto. Kemudian posisi pengganti antarwaktu adalah Bernaditus Winasto,” jelas Pengurus DPD PDIP DIJ Nuryadi di kantor DPC PDIP Gunungkidul, Selasa (17/7).

Ada pertimbangan khusus Dhemas dipilih menggantikan Suharno. Sebab, perolehan suara Dhemas pada pemilihan legislatif (pileg) 2014 terbanyak kedua setelah Suharno. Sedangkan Winasto merupakan satu daerah pemilihan (dapil) dengan Suharno pada pileg 2014. Suaranya saat itu tidak memenuhi satu kursi.
Ketua DPC PDIP Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, SK DPP sebagai bentuk tindak lanjut pengunduran diri Suharno sebagai anggota dan bakal calon legislatif (bacaleg) pada 8 Juli 2018.

”Jadi, pemberhentian Suharno dari PDIP adalah respons partai,” katanya.

Keputusan ini, kata Endah, bakal dikirim ke Sekretariat DPRD Gunungkidul. Agar dapat segera digelar rapat paripurna PAW dan pergantian ketua DPRD.”Dengan keputusan ini Suharno sudah tidak lagi memiliki kewenangan untuk menduduki kursi dewan,” tegasnya.

Sementara itu, Suharno merespons baik keputusan partai atas pencopotan jabatan dari partai yang telah membesarkan namanya. Dia mengaku tidak ingin menunggu terlalu lama dan berharap bisa segera diproses dengan cepat. Bahkan dia mengaku siap kooperatif jika diperlukan.

“Dan malah saya akan bantu biar lebih cepat. Mengganti saya kalau sudah siap penggantinya langsung kami proses biar semua jadi klir selesai,” katanya.

Dikatakan, pembacaan SK atas pencopotan dirinya mengindikasikan bahwa SK DPP PDIP sudah siap. Dari itu, dia tidak mau bertele-tele menuntaskan persoalan ini.

”Bila fotokopinya saja diberikan, langsung saya paripurnakan demi kelancaran,” ujarnya.

Bekas tokoh PDIP ini mengaku sempat kecewa lantaran pengumuman pengunduran dirinya sebagai ketua DPRD diumumkan secara sepihak. Yakni, melalui rapat paripurna (rapur) DPRD Gunungkidul. Padahal, rapur tersebut agendanya adalah penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum fraksi terhadap laporan keuangan pemerintah daerah 2017.

“Kok nggak dari kemarin (SK DPP, red) dikasihkan. Pasti kan nggak pada ribet. Ayo kita sama-sama bangun Gunungkidul,” katanya. (gun/zam/mg1)