JOGJA – PSIM Jogja tetap akan mempertahankan komposisi pemain belakangannya, meski di laga sebelumnya melawan Persiwa Wamena menunjukkan performa kurang memuaskan Sabtu (14/7) lalu. Itu bisa terjadi akibat minimnya stok lini belakang yang sebanding dengan pemain kunci.

Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mestikan tetap akan menurunkan pemain kuncinya yang selama ini beroperasi menempati menjaga lini pertahanan skuad Laskar Mataram. Waktu latihan selama empat hari sebelum laga, pelatih memberi perhatian khusus membenahi untuk pembenahan lini belakang.“Kami belum sampai akan melakukan perubahan komposisi, karena cukup riskan. Tapi tetap akan kami lihat juga kondisi para pemainnya.

Andaikan ada perubahan, tidak akan frontal,” jelas Erwan kepada Radar Jogja, Selasa (17/7).

Menurut Erwan jelang memasuki beberapa pertandingan akhir putaran pertama Liga 2, cara bermainan masing-masing sudah mulai terbaca. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan skuad yang memadai. Hal itulah yang nantinya menjadi pertimbangan bagi manajemen PSIM, untuk merekrut pemain anyara guna menghadapi putaran kedua Liga 2.”Pilihan stok depan dan belakang tipis kami tidak banyak. Makanya butuh kedalaman skuad untuk antisipasi perubahan lawan. saya yakin putaran kedua akan lebih ketat dan itu menjadi salah satu kebijakan kami juga,” terangnya.

Sampai dengan pekan ke delapan, PSIM Jogja memang kurang variatif dalam menentukan starting line up. Lini pertahanan, PSIM kerap mengandalkan kuartet Riskal Susanto, Edo Pratama, M Arifin, dan Fandy Edy. Sedangkan pelapis yang biasa mengisi bench hanya Ayub Antoh dan Nanda Bagus.

Sementara menghadapi Kalteng Putra di Stadion Sultan Agung (SSA) besok (19/7), Erwan menekankan kepada pemain untuk tidak menganggap remeh lawan yang dihadapi. Apalagi, menurut pelatih asal Magelang Jawa Tengah ini, Kalteng Putra memiliki kualitas permainan cukup baik karena diisi nama pemain kawakan sarat akan pengalaman seperti Taufik Kasrun dan Firman Utina. ”Kami respect kepada Kalteng Putra, mereka punya sejumlah pemain dengan nama besar. Ini jadi perhatian serius kami,” terangnya. (bhn/din/mg1)