SLEMAN – Sebagai partai politik (parpol) pemenang Pemilu 2014, PDI Perjuangan kembali ingin mendominasi perolehan kursi DPRD Sleman.

Sebanyak 50 kader partai didaftarkan sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Pemilu 2019 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman tepat pukul 17.00, Selasa (17/7).

Kedatangan pengurus DPC PDI Perjuangan Sleman dikawal kelompok kesenian Badui yang bernuansa islami. Mereka jalan kaki dari kantor DPC PDI Perjuangan setempat yang berjarak sekitar 100 meter dari kantor KPU Sleman.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman Koeswanto mengaku sengaja melibatkan kelompok kesenian Badui sebagai representasi umat Islam. Lewat kelompok kesenian tersebut, PDI Perjuangan ingin menunjukkan bahwa kader partai berlambang banteng moncong putih bukan kalangan abangan. “Kami muslim juga,” tegasnya.

Koeswanto mengatakan, jumlah bacaleg yang didaftarkan sesuai kebutuhan kursi DPRD Sleman. Yakni 50 kursi. Kendati demikian, pada pemilu kali ini PDI Perjuangan hanya menargetkan 17 kursi. Sementara pada pemilu periode lalu PDI Perjuangan berhasil mendudukkan 12 kadernya di DPRD Sleman. “Harus optimistis. Dapat 17 kursi, merata di 6 daerah pemilihan (dapil),” ujar Koeswanto. Politikus asal Bantulan, Godean, Sleman itu juga memastikan terpenuhinya syarat 30 persen keterwakilan bacaleg perempuan yang didaftarkan di KPU.

Ketua DPRD Sleman periode 2009-2014 itu sengaja hadir bersama rombongannya di kantor KPU Sleman pukul 17.00 bukan tanpa alasan. Menurut Koeswanto, 17 adalah angka keramat bagi PDI Perjuangan. Sehingga pendaftaran dilakukan 17 Juli, pukul 17.00, dengan target 17 kursi. “Kami tempatkan kader-kader terbaik di tiap dapil,” katanya.

Sementara itu, sebagaimana diprediksi sejak awal sebagian besar parpol mendaftarkan bacaleg masing-masing pada batas akhir pendaftaran di KPU.

Banyaknya kelengkapan berkas yang harus dipenuhi menjadi alasan paling dominan. Di KPU Sleman tercatat hanya tujuh parpol yang mendaftar hingga pukul 17.00 kemarin. Itu pun tak semua berkas pendaftaran bacaleg diterima.

KPU Sleman mengembalikan berkas pendaftaran bacaleg Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) karena tidak lengkap. “Syarat pokok tak dilampirkan, yakni surat pencalonan yang tertuang pada formulir B, B1, B2, dan B3,” ungkap Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi di sela menerima berkas pendaftaran bacaleg dari DPC PDI Perjuangan.

Formulir B merupakan surat pendaftaran, B1 daftar bacaleg, B2 pernyataan parpol tentang penyaringan bacaleg secara demokratis, dan B3 pakta integritas yang menyatakan partai tak menyantumkan bacaleg narapidana.

Menurut Shidqi, semua parpol di Sleman telah mengonfirmasi kesediaan untuk mendaftarkan bacaleg pada hari terakhir pendaftaran kemarin. Hanya, waktunya tak bisa dipastikan. Sebagaimana PKPI, KPU membatasi perbaikan berkas bacaleg hingga pukul 24.00.

Kondisi hampir sama tampak di kantor KPU DIJ. Hingga pukul 17.00 hanya delapan dari 16 parpol yang menyerahkan berkas bacaleg. Antara lain, PSI, Nasdem, PKB, PKS, PDI Perjuangan, PAN, Garuda, dan Demokrat.

Ketua KPU DIJ Hamdan Kurniawan menyatakan, verifikasi berkas persyaratan bacaleg bukan hal bisa dilakukan secara cepat. Yang utama adalah formulir B, B1, B2, dan B3. “Yang penting syarat utama itu terpenuhi dulu,” katanya.

Sebagaimana pengurus DPC PDI Perjuangan Sleman, perngurus DPD DIJ mendaftarkan bacaleg dikawal kelompok kesenian. Selain hadrah, juga kelompok jatilan dan bregada prajurit. “Kami bersatu dengan budaya masyarakat lokal,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan DIJ Bambang Praswanto.(har/pra/yog/mg1)