SLEMAN – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIJ pada 2018 melaksanakan bedah buku di 48 lokasi. Tersebar di desa-desa seluruh DIJ.

“Tiap minggu kami laksanakan bedah buku di desa karena desa merupakan ujung tombak untuk mengenalkan literasi,” kata Kepala BPAD DIJ Monika Nur Listyani di Desa Madurejo, Prambanan Selasa (17/7).

Monika prihatin dengan rendahnya minat baca masyarakat. Apalagi di zaman serba modern ini masyarakat lebih senang membaca pesan whatsapp ataupun membalas komentar di media sosial lain. Sehingga minimnya tingkat baca ini akan berpengaruh terhadap produktivitas warga.

Dia menyebut, buku yang dibedah dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Sebab daerah Madurejo masih banyak lahan terbuka yang dapat dijadikan sebagai lahan pertanian.

“Harapannya, dengan hadirnya buku ini selain menambah bahan bacaan, juga mengangkat perekonomian masyarakat,” kata Monika.

Dikatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan ke desa-desa untuk membangun perpustakaan. Tujuannya agar budaya membaca (literasi) masyarakat tumbuh.

Monika khawatir masyarakat lebih senang mencari informasi dari media sosial. “Saat mencari informasi di Google itu sepotong-sepotong. Kalau mau dapat informasi menyeluruh baca buku,” tegas Monika.

Dia menyatakan buku yang dibedah memberikan manfaat masyarakat. Mengoptimalkan waktu senggang untuk menggarap pekarangan.

“Bisa melakukan sesuatu terhadap pekarangan dan ujung-ujungnya bisa meningkatkan perekonomian warga,” harap Monika.

Penulis buku Membangun Desa dengan Memanfaatkan Pekarangan di Waktu Senggang Usman Siswanto mencermati saat ini terjadi pergeseran perilaku warga. ‘’Banyak lahan pertanian di desa. Namun tidak semua masyarakat merupakan pemilik lahan pertanian itu. Kebanyakan mereka sebagai buruh tani,” kata Usman.

Meski jumlah lahan pertanian semakin sempit Usman optimistis masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan. “Dengan lahan yang tidak luas bisa dimanfaatkan dengan menanam pohon yang produktif,” kata Usman.

Pekarangan dapat dimanfaatkan sebagai kantong emas. Dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. “Pekarangan mempunyai hubungan fungsional, sosial, ekonomi dan budaya,” kata Usman. (har/iwa/mg1)