SLEMAN – Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi tuan rumah Liga Mahasiswa (Lima) Basket. UII menargetkan menjadi juara umum.

Sebanyak 23 tim basket dari perguruan tinggi se-DIJ dan Jateng akan memerebutkan tiga posisi puncak untuk maju ke babak nasional. Lima berlangsung di GOR Ki Hadikoesoemo UII dari 18-25 Juli 2018.

”UII sudah tiga kali menjadi tuan rumah Lima,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni UII Rohidin, Selasa (17/7).

Pada gelaran Lima keenam ini, tim basket UII akan bersaing dengan UAJY, USD, UKDW, Universitas Negeri Semarang, UNY, UNS, UMY, UAD dan UGM. UAJY, UNS dan UGM menjadi lawan terberat UII untuk lolos dari seri regional ini.

“Beberapa kali keikutsertaan kami belum lolos dari regional. Musim ini harus lolos, dan semoga malah bisa juara nasional,” harap Rohidin.

General Manager (GM) Lima Rida Achmad mengatakan Lima bekerjasama dengan Indonesian Basketball League (IBL) dalam merekrut pemain. Nantinya, pemain Lima memiliki jalur bermain di IBL.

”Minimal usia 19 tahun dan sudah dua musim mengiktu Lima,” ujar Rida.

Dia berharap Lima menjadi titik kemajuan basket nasional. Terutama menjaga kejujuran. Penyakit yang kerap hinggap di olahraga Indonesia yakni lemahnya verifikasi usia. Kerap terjadi pencurian umur untuk menjadi juara.

”Mahasiswa harus jujur. Bila ketahuan akan di-banned lalu akan kami blacklist hingga lima tahun,” kata Rida.

Tahun ini Lima kembali menggandeng UII karena memiliki kesamaan visi dan misi. Selain basket, Lima juga mempertandingkan renang, golf, futsal, dan sepak bola. Pesertanya lebih dari 200 perguruan tinggi se-Indonesia.

”Mahasiwa yang ikut kompetisi harus memiliki IPK (indeks prestasi komulatif) minimal 2,0. Kami ingin menciptakan iklim sportif dan fair di kalangan mahasiswa,” kata Rida. (bhn/iwa/mg1)