Fakultas Peternakan UGM (FAPET) memiliki visi menjadi rujukan bangsa di bidang peternakan kelas dunia yang inovatif dan unggul. Mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dengan dijiwai nilai-nilai Pancasila serta budaya yang berakhlaq mulia.

FAPET ingin menjadi salah satu dari the best ilmu peternakan di ASIA dan negara-negara di daerah tropik. Oleh karena itu pihaknya terus mengembangkan diri baik dalam keilmuan, fasilitas maupun jejaring kerja sama. Menurut Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA, IPU mengatakan, dalam lima tahun ke depan, FAPET UGM akan menjadi leader dari Fakultas Peternakan di ASEAN. ”Hal ini tidak terlepas dari prestasi, fasilitas, sarana dan prasarana yang dimiliki FAPET UGM,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Budi Guntoro, pada 2018 ini misalnya, FAPET mendapat akreditasi dari ASIIN (Akkreditierungsagenturfür Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik).

”Sebuah lembaga akreditasi internasional asal Jerman untuk disiplin ilmu rekayasa, matematika, dan sains, pertanian, biologi,” tuturnya.

Tak berhenti disitu fakultas yang dinahkodai Dekan Ali Agus ini aktif membidangi sekaligus menjadi penggerak utama lembaga perguruan tinggi skala nasional dan internasional. Salah satunya menjadi anggota FPPTPI (Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI).

Bahkan tahun ini juga, FAPET UGM menjadi tuan rumah dalam ajang internasional Asian Association of Agricultural Colleges and Universities (AAACU) lewat program Summer Cource. Kegiatan ini nantinya akan diikuti 38 mahasiswa dari 15 negara. Disini mahasiswa tidak hanya mengikuti kelas perkuliahan saja tetapi juga observasi, praktik lapangan, pengabdian masyarakat, kunjungan ke industri, dan melakukan kegiatan budaya.

Selain menjadi tuan rumah, FAPET masuk dalam fo­rum South East Asia Network for Animal Science (SEANAS). Disini, FAPET memfasilitasi mahasiswa untuk menjalani program pertukaran pelajar antar perguruan tinggi, bahkan sampai Korea dan Jepang.

“Sejak 2013 FAPET telah memantapkan diri untuk melangkahkan diri menjadi perguruan tinggi peternakan kelas dunia dengan mendapatkan assessment ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) untuk tingkat Asean. AUN adalah sebuah organisasi jejaring universitas di ASEAN yang mempunyai tujuan utama untuk memperkuat dan memperluas kerjasama di bidang pendidikan tinggi antar negara ASEAN,” papar Budi. (*/met/gp)

Menrintekditi bersama dekan Fapet UGM saat mengunjungi Center of Excellent (produksi breed lembu gama)