JOGJA – Harapan pemerintah mengurangi kemacetan lalu lintas dengan sistem zonasi sekolah belum terwujud. Hari pertama masuk sekolah, Senin (16/7) jalanan Kota Jogja masih macet. Baik saat jam berangkat maupun pulang sekolah.

Itu sebagaimana semangat Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD, SMP, dan SMA. Selain lebih menekankan pada jarak antara rumah siswa dengan sekolah, dampak lainnya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

“Ya belum kelihatan sekarang. Ini kan tahun pertama zonasi, baru kelas 7 SMP dan 10 SMA,” dalih Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Edy Heri Suasana kemarin.

Dia mengklaim, dampak sistem zonasi sekolah baru bisa dirasakan tiga tahun ke depan. Karena saat ini belum semua angkatan sekolah merupakan hasil zonasi.
Sedangkan tiga tahun lagi kepadatan lalu lintas diklaim bakal menurun karena sebagian besar siswa bersekolah di dekat rumah masing-masing. Saat itu paling tidak tinggal siswa kelas 4-6 SD yang belum merupakan produk zonasi dalam sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB). “Makanya kalau dilihat sekarang memang masih ada dampaknya (kemacetan, Red),” ujar Edy.

Di bagian lain, para siswa baru menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS) selama tiga hari sejak kemarin. PLS menjadi momen penyampaian informasi tentang sekolah, program, dan kurikulum, hingga area di sekitarnya. Seperti di SMPN 9 Kota Jogja. Selain diisi pengarahan tentang kondisi dan fasilitas sekolah, para siswa mengikuti sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dan tertib lalu lintas. “Para siswa juga akan kami ajak keliling mengunjungi pengrajin perak dan Masjid Gede Mataram,” ujar Kepala Sekolah SMPN 9 Jogja Arief Wicaksana. (pra/yog/mg1)