SLEMAN – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIJ melaksanakan program bedah buku di Desa Argomulyo Cangkringan Sleman. Kali ini, tema yang diangkat adalah “Membangun Industri Rumah Tangga Menuju Keluarga Sejahtera”.

Menurut Kepala Desa Argomulyo Dardjono, industri rumah tangga di Argomulyo cukup banyak. Hanya saja pengelolaannya masih belum maksimal. Maka dari itu, teknik pengelolaan industri rumah tangga harus lebih ditekankan lagi. Karena bagaimanapun juga industri rumah tangga dapat menjadi penopang perekonomian masyarakat. “Sehingga dengan hadirnya buku ini dapat menjadi bahan refensi untuk mengembangkan industri rumah tangga menjadi lebih baik,” tuturnya.

Motivasi dan inovasi yang ada di dalam buku ini diharapkan dapat membuat semangat masyarakat dalam mengelola industri rumah tangga semakin besar. Di samping itu, pihaknya tentu mengajak masyarakat agar tidak hanya berhenti pada tahapan membaca. “Semoga buku ini bermanfaat bukan hanya untuk warga Argomulyo tapi juga warga di desa lain,” harap Dardjono.

Kepala BPAD DIJ Monika Nur Lastyana mengapresiasi kehadiran warga yang didominasi oleh kaum perempuan. Menurutnya perempuan menjadi tonggak utama dalam pengenalan membaca kepada anak.

Monika menjelaskan tradisi bercerita sebelum tidur pasti diawali dengan membaca. “Tidak mungkin seorang ibu menceritakan cerita kepada anaknya tanpa membaca terlebih dahulu,” kata Monika.

Selain itu, peran perempuan terhadap bacaan juga terlihat di perpustakaan. Dikatakan Monika, jumlah pengunjung perpustakaan juga turut didominasi kaum perempuan. Maka dari itu, pihaknya berupaya untuk terus berkampanye sembari berinovasi.

Pada era digitalisasi ini, perpustakaan yang tidak memiliki bentuk digital maka akan tertinggal. Maka dari itu, perpustakaan di daerah dituntut agar memiliki perpustakaan digital. “Karena sekarang ini semua dapat diakses melalui smartphone,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya membuat aplikasi berbasis pada seluler pintar yang saat ini dalam database nya sudah ada sekitar 4.600 judul. “Aplikasi perpustakaan digital I-Jogja ini diharapkan pada akhir tahun dapat mengakomodasi 5.000 judul buku,” harap Monika.

Anggota Komisi D DPRD DIJ Sambudi mengingatkan kepada para warga agar memanfaatkan perpustakaan yang ada di desa.”Tidak hanya membaca tapi mengambil manfaat apa yang dibaca sehingga meningkatkan produktifitas,” bebernya. (har/din/mg1)