JOGJA – Sampai kemarin, baru dua partai politik (parpol) yang memasukkan pendaftaran bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIJ. Dua parpol itu adalah PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan Partai NasDem. Sedangkan 14 lainnya dipastikan baru hari ini.”Hari terakhir ditunggu hingga pukul 24.00,’’ kata Ketua KPU DIJ Hamdan Kurniawan, Senin (16/7).
Karena waktu yang mepet, Hamdan menghimbau kepada parpol supaya mendaftar tidak diakhir waktu pendaftaran. Sebab, total tiap parpol minimal harus menyerahkan 31 item syarat dukungan. Di antaranya adalah form pakta integritas yang menyebutkan tidak akan mengajukan bacaleg yang pernah terlibat kasus korupsi, narkoba dan pelecehan seksual atau mereka yang pernah mendapat hukuman setidaknya lima tahun.

DPW Partai NasDem menjadi salah satu yang memilih mendaftar di lebih awal dibandingkan parpol konstetan lain. Menurut Ketua DPW Partai NasDem DIJ Subardi pendaftaran bacaleg NasDem di DIJ dilakukan serentak baik untuk bacaleg DPRD Provinsi maupun Kabupaten dan Kota di tiap KPU. “Ketika semuanya sudah siap maka kami serahkan berkas fisiknya bersamaan ke KPU,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Bardi itu.
Tokoh sepak bola DIJ itu menambahkan sesuai dengan target yang dibebankan pada DPW Partai NasDem DIJ, dia yakin bisa meraih tiga besar di DIJ. Terkait target tersebut dia sudah mempersiapkan para Bacaleg yang akan bertarung dalam Pemilu 2019 nanti.

Di KPU Kota Jogja juga sudah mulai berdatangan parpol yang mendaftarkan bacaleg untuk DPRD Kota Jogja. Hingga kemarin sore sudah ada empat parpol yang mendaftar, yaitu Partai NasDem, SPI, PKS dan Perindo. Sebagai antisipasi membeludaknya pendaftaran parpol, Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto mengaku akan mengarahkan panitia pemilihan kecamatan (PPK).
Menurut Ketua DPD PKS Kota Jogja Muhammad Syafii partainya sudah menyiapkan bacaleg di semua daerah pemilihan di Kota Jogja. Para bacaleg yang diajukan, lanjut dia, mayoritas merupakan bacaleg baru yang berasal dari kader partai. “Untuk petahana hanya tiga orang,” katanya.
Di Sleman, hingga pukul 16.00 WIB, Senin (16/7) baru menerima pendaftaran dari dua partai politik (parpol), yakni Partai Nasdem dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi mengatakan, parpol yang datang masih dalam menyerahkan berkas pendaftaran yang sebelumnya telah diunggah dalam sistem informasi pencalonan (Silon). “Prosesnya baru dicocokkan antara silon dan hard copy-nya,” ungkapnya.
Shidqi menyayangkan sikap parpol yang mendaftarkan bacalegnya pada detik-detik akhir. Padahal, pihaknya memberikan kebijakan untuk parpol yang masih ada kekurangan dalam sayarat pencalonan untuk memperbaiki hingga tanggal 17 Juli 2018 pukul 24.00 WIB. “Jika mendaftarnya pas hari terakhir dikhawatirkan tidak ada waktu untuk perbaikan,” keluhnya.
Pihaknya juga menegaskan tidak akan memberikan perpanjangan waktu kepada parpol yang terlambat mendaftar. “Pokoknya ditunggu sampai pukul 24.00 kalau lebih dari itu kami coret,” tegasnya.

Parpol yang mendaftarkan bacalegnya harus membawa syarat mutlak yaitu formulir B, B1, B2 dan B3. Dijelaskan Shidqi, formulir B merupakan surat pendaftaran dari bacaleg. Sedangkan B1 merupakan daftar bacaleg dari parpol tersebut.

Kemudian B2 merupakan surat pernyataan dari parpol jika pemilihan bacaleg dilakukan secara demokratis. “Terakhir B3 merupakan pakta integritas yang menyatakan partai tidak menyertakan bacaleg mantan narapidana korupsi, bandar narkoba dan pernah terjerat kasus kekerasan anak,” bebernya.
Selain itu, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada bacaleg yang lolos verifikasi untuk melengkapi identitas, seperti ijazah dari tanggal 22 hingga 31 Juli 2018. (pra/har/din/mg1)