JOGJA – Komunitas Gayam 16 bekerjasama dengan PKKH UGM dan Dinas Kebudayaan DIY menggelar Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke 23.

Mengambil tema Global Gamelan, YGF diharapkan bisa menjadi penggerak untuk menyadarkan bahwa gamelan merupakan budaya Jawa yang harus mendunia.

Program Director YGF Ari Wulu mengungkapkan, kegiatan ini untuk mewadahi pertemuan pemain dan pecinta gamelan dari seluruh dunia. Lewat kegiatan ini pula diharapkan bisa membangkitkan semangat anak muda bisa ikut berbangga dan mempelajarinya.

Penutupan YGF digelar di PPKH UGM, Minggu (15/7). Penutupan ditandai dengan penampilan grup gamelan dari Sedyo Manunggal Sleman, Limbah Berbunyi Project & Mo’ong Friends Ensemble serta Gasebu Klaten.

Di tempat yang sama digelar eksibhisi dengan judul Gangsa Ananta Virya (semangat gamelan yang tak terbatas). Pada kegiatan ini YGF menyuguhkan peran-peran gamelan pada kehidupan sehari-sehari. Tujuan memberikan pemahaman, gamelan lebih dari sekadar alat musik yang hanya didengarkan atau digunakan pengiring dalam kegiatan.

Salah satu pengunjung Ruth Kristyani mengatakan, keragaman suara gamelan memberikan pandangan baru tentang dunia music. Ternyata gamelan tidak sesempit yang dipikirkan, yakni hanya dianggap alat music.

Sebelumnya, pada pembukaan YGF juga digelar Gaung Gamelan di Titik Nol kilometer. Kegiatan ini menampilkan empat grup gamelan dengan mengambil filosofi dari empat penjuru mata angin yaitu, di sisi utara Prasasti Kampus UGM, sisi selatan Omah Gamelan, sisi timur Sanggar Sekar Ngrayung, dan sisi barat Kalacakra.

YGF juga menfasilatasi masyarakat untuk saling berbagi ilmu dan bertukar pikiran dengan acara yang berjudul Saarasehan Gumunita Gangsa (10/7).

Tujuan untuk memberikan pemahaman tentang gamelan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar gamelan. Acara yang digelar di Museum Wayang Ukur ini mengundang Dosen Karawitan ISI Raharja sebagai narasumber dan dipandu pemerhati gamelan Budi Pramono.

Dengan perkembangan jaman, reproduksi suara gamelan juga perlu di perbaharui. Melihat fenomena tersebut YGF bekerjasama dengan Rekam Bergerak juga menyelenggarakan lokakarya asitektonik mengupas parameter musik dalam reproduksi gamelan. Acara ini menghadirkan Gatot Danar Sulistyanto. (cr5/din/mg1)