SLEMAN – Ambisi PSS Sleman melumat tim tamu, Persigo Semeru terwujud. Bermain di kandang sendiri Stadion Maguwoharjo, skuad Elang Jawa-julukan PSS Sleman tadi malam berhasil telak atas tamunya. Skor 5-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Sejak menit pertama, PSS langsung mengambil inisiatif serangan, mengendalikan permainan. Skuad The Volcano-julukan Persigo Semeru hanya berusaha keras menahan gempuran skuad Super Elja yang dikomandoi jenderal lapangan tengah, Dave Mustaine.

Keran gol PSS sudah terbuka ketika pertandingan memasuki menit ke-12. Berawal dari free kick Dave ke arah mulut gawang yang berhasil ditepis kiper Muhammad Pujiantoro. Namun, tepisan kiper bernomor punggung 78 kurang sempurna, sehingga bola rebound berhasil dikonversi menjadi gol oleh kapten Hisyam Tolle.

Setelah gol pertama PSS Sleman tidak mengendorkan serangan. Gelandang dan penyerang PSS bergantian memborbardir pertahanan Semeru FC. Hasilnya, di masa injury time babak pertama tendangan melengkung Rifal Lastori gagal diantisipasi kiper, sehingga memperlebar kemenangan PSS dengan selisih dua bola.

Memasuki babak kedua, skuad PSS langsung tancap gas. Pressing tinggi terus dilakukan. Hasilnya, bola backpass yang dilakukan bek Bilibig Dian, gagal diantisipasi dengan baik. Umpan Pujiantoro, berhasil diintersep Tambun Naibaho, membawa keunggulan 3-0 di menit 57.

Masuknya Rangga Muslin menggantikan Lastori menambah variasi serangan PSS. Menit 72 giliran Slamet Budigol membuat The Vulcano semakin menderita dengan tambahan gol keempat. Lepas dari perangkap offside, Budiono berhasil mencocor bola liar ke mulut gawang.

Belum puas dengan pesta empat golnya, giliran gelandang serang enerjik Rangga Muslim memperlebar keunggulan menjadi 5-0. Gocekan khas ala Rangga, berhasil mengecoh barisan pertahanan Semeru FC hingga berhadapan satu lawan satu degan Pujiantoro. Dengan tenang, eks bintang PSIM Jogja ini menceploskan bola mengecoh penjaga gawang.

Atas kemenangan besar kali ini, PSS Sleman kembali menempel ketat Madura FC diposisi runner up dengan raihan poin 16.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengatakan, secara keseluruhan pertandingan berjalan cukup menarik, terutama di babak pertama. Pemain mampu menerapkan pola permainan yang dilakukan saat latihan.

“Saya selalu bilang ketika anak-anak bikin gol pertama, maka gol selanjutnya akan menunggu waktu,” jelasnya.

Sementara itu, pelatih Semeru FC Putut Widjanarko mengakui kehebatan PSS Sleman. Namun menurutnya, gol yang bersarang di timnya seharusnya tidak perlu terjadi.

“Gol itu banyak kesalahan dari pemain sendiri. Organisasi pertahan sangat buruk. Namun harus diakui, skuad PSS bermain laur biasa,” tegasnya. (bhn/zam/mg1)