KEHADIRAN Presiden Jokowi di Dusun Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman, Minggu (15/7) disambut antusias masyarakat setempat. Ratusan warga berjajar rapi di sepanjang jalan menuju sentra penhasil stagen tenun itu. Anak-anak sekolah berseragam lengkap mengibarkan bendara merah putih plastik di tangan. Pemandangan lazim yang dilakukan masyarakat dalam menyambut presiden.

Umbul-umbul warna-warni di sepanjang jalan turut memeriahkan suasana menyambut kedatangan rombongan RI 1.

Presiden Jokowi hadir di Gamplong menyaksikan serah terima Studio Alam Gamplong untuk masyarakat Indonesia. Oleh Mooryati Soedibyo, pendiri sekaligus presiden direktur Mustika Ratu Group, kepada Bupati Sleman Sri Purnomo. Turut hadir Gubernur DIJ Hamengku Buwono X beserta GKR Hemas dan Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri.

Menyambut usianya yang ke-90 Mooryati ingin merealisasikan keinginannya yang terpendam lama. Yakni menghibahkan bangunan set film sejarah Sultan Agung yang berdiri di atas tanah milik Pemdes Sumberrahayu seluas dua hektare.

“Sultan Agung banyak memberikan keteladanan. Semoga (filmnya, Red) jadi tontonan perjuangan sejarah yang menjadi tuntunan,” harap Mooryati, yang juga menjabat executive producer di Mooryati Soedibyo Cinema.

Mooryati mengaku bangga hingga bisa memproduksi film layar lebar tentang sejarah Sultan Agung, yang akan ditayangkan 9 Agustus mendatang. Hanung Bramantyo bertindak sebagai sutradara dalam film tersebut. “Semoga bisa meningkatkan perekonomian desa,” kata Mooryati seraya memberikan dokumen hibah kepada Sri Purnomo.

Gayung bersambut, Sri Purnomo cukup semringah mendapat kado istimewa itu. Terlebih saat ini Pemkab Sleman terus berupaya mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan. Adapun target yang dipatok tahun ini sebanyak 8 juta wisatawan.

“Mudah-mudahan (Studio Alam Gamplong, Red) bisa menjadi destinasi wisata baru, khususnya di wilayah barat Sleman,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menyatakan kekagumannya kepada sosok Mooryati. Meski berusia sepuh, pemikirannya tetap segar.

“Walaupun beliau sudah berumur 90 tahun, ide-idenya kekinian, tetap mengikuti tren,” pujinya.

Jokowi berharap studio tersebut bisa digunakan untuk wisata. Menurutnya, berwisata kini bukan semata-mata melihat sesuatu atau sekadar berburu oleh-oleh. Tapi juga mencari pengalaman. “Kalau ke sini, foto-foto terus bisa diunggah di Instagram. Kalau orang lain melihat, Dusun Gamplong menjadi terkenal, ekonomi juga hidup,” ungkapnya optimistis.

Jokowi bersama rombongannya juga sempat meninjau Pendapa Keraton Mataram di studio itu. Penapat tersebut merupakan salah satu lokasi adegan film Sultan Agung. Di lokasi tersebut tampak beberapa pemeran film dengan kostum khas zaman penjajahan Belanda. Ditampilkan pula rekonstruksi adegan Gubernur Jenderal VOC JP Coen saat bernegosiasi dengan Sultan Agung. Seting acara makin lengkap dengan kehadiran pemeran prajurit keraton, tentara VOC, dan permaisuri Kerajaan Mataram.

Sebelum meninggalkan Gamplong, Jokowi tak lupa membagi-bagikan buku bagi warga setempat. (tif/yog/mg1)