KREATIF: Pengunjung juga bisa membeli daun kelor kemasan yang bisa dijadikan minuman semacam teh celup. (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADARJOGJA)

MEMBUKA warung dan ingin menjadi jujukan wisatawan karena unik? Hal tersebut dilakukan Gytria Kuswuri, 42, bersama adiknya, Ratu Sabilla, 26. Mereka berdua membuka Warung Wedang Kelor (WWK).

Keduanya membuka warung tersebut dua tahun lalu. Hidangan yang mereka jual, baik makanan maupun minuman berbahan dasar daun kelor.

Warung tersebut terletak di Jalan Cepit-Tembi, Gatak, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Tepatnya di sebelah kiri jalan kalau dari arah timur.

Ditemui Radar Jogja Gytria mengatakan kelor memiliki banyak manfaat. Terutama untuk daya tahan tubuh manusia. Kelor juga dipercaya mampu mengatasi beberapa macam penyakit.

“Dari manfaat yang dimiliki daun kelor, kami memutuskan membuka WWS sebagai rumah makan sehat,’’ kata Gytria belum lama ini.

Aneka olahan makanan dan minuman berbahan dasar daun kelor tersedia. Olahan tersebut antara lain Sup Kelor, Bening Kelor, Bobor kelor, mi kelor, pisang goreng kelor, pepes ikan daun kelor, dan bakso kelor. Sedang untuk minumannya yaitu teh kelor.

Harga masing-masing menu per porsi beda-beda. Mulai Rp 5 ribuan hingga paling mahal Rp 20 ribu per porsi.

Menurut salah seorang pelanggan WWK Yanto, 37, dia tidak bosan mengonsumsi daun kelor. “Sudah berkali-kali makan di sini. Menunya bikin badan fit. Masaknya tanpa micin,’’ ungkap Yanto.

WWK buka dari pukul 09.00 hingga 21.00. Menu pagi berupa makanan berkuah. Menu malam berupa bakmi kelor, dan nasi goreng kelor.
Warung kelor tidak hanya digemari kalangan dewasa. Banyak juga para remaja datang ke sana. Mereka memburu manfaat daun kelor demi kesehatan. (cr6/iwa/fn)