Hingga akhir Juli, PSIM Jogja diuntungkan dengan sejumlah laga yang digelar di markas sediri Stadion Sultan Agung (SSA). Besok (14/7), Persiwa Wamena yang akan menjajal angkernya SSA. Lima hari berselang, giliran skuad Laskar Isen Mulang –julukan Kalteng Putera yang akan menyambangi Hendika Arga dkk. Sedangkan di 26 Juli, derby Jogjakarta antara Laskar Mataram dan Elang Jawa direncanakan berlangsung di SAA.

Bila bisa menyapu bersih,maka dengan raihan sembilan angka berpotensi membuka peluang melesatkan PSIM ke posisi yang lebih baik. Apalagi, dua nama M Arifin dan Ismail Haris yang sebelumnya mengalami cedera, kemarin (12/7) pagi sudah bisa menjalani latihan. ”Sudah menjadi target kami untuk menyapu bersih setiap laga kandang,” kata pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak.

Ketika menghadapi Semeru FC, Haris sempat mengalami pembengkakan di paha akibat berbenturan dengan pemain lawan. Sementara Arifin, sempat merasakan sakit dibagian siku akibat salah dalam melakukan pendaratan. Pulihnya dua pemain kunci tentunya menjadi kabar gembira bagi skuad Laskar Mataram. ”Dengan pulihnya pemain kunci, maka akan banyak pilihan disetiap lini,” ujar Bona.

Sama halnya dengan PSS Sleman. Skuad asuhan Seto Nurdiyantara ini bakal melampiaskan sakit hati atas kekalahan di Tuah Pahoe. Dua tim Persigo Semeru FC dan Blitar United, yang akan dijadikan pelampiasan kekalahan Hisyam Tolle cs.

Sepulang dari tour Kalimantan, Seto tampak cukup puas atas skema menyerang 4-3-3. Tipisnya stok di lini depan akibat ditinggal dua striker gaek, I Made Wirahadi dan Cristian Gonzles, menjadi berkah bagi penyerang-penyerah muda Elang Jawa. Skema menyerang yang diterapkan oleh Seto, tampaknya sangat cocok diperagakan oleh Budiono, Lastori dan Tambun yang secara usia masih cukup muda. ”Saya melihat saat melawan Persiba, pemain enjoy dengan skema ini. Ketika melawan Kalteng memang hasil belum maksimal,” kata Seto.

Melihat torehan gol skuad PSS di Batakan, tampaknya hasil akhir di Tuah Pahoe, tidak terlalu berpengaruh bagi Seto, untuk kembali memainkan skema barunya. Tinggal tunggu saja, apakah skema tersebut cukup ampuh saat dimainkan di kandang sendiri. (din/fn)