SIAP MENARI
MEMPROGRAM

BANTUL – Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018 resmi dibuka di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kemarin (12/7). Sebanyak 91 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia unjuk kebolehan dan adu robot dalam kontes ini. KRI dibuka oleh Direktur Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Dr Didin Wahidin didampingi Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP.

Didin mengatakan, seiring perkembangan zaman, manusia harus berinovasi, melatih potensi dalam bidang Iptek. Teknologi sendiri diharapkan mampu membantu manusia dalam melakukan pekerjaan berat, sehingga dapat mengatur waktu menjadi lebih efisien. Itu sebabnya KRI diselenggarakan untuk menarik minat sekaligus kreativitas mahasiswa.

KRI, lanjut Didin, diharapkan akan menjadi medium untuk mengeksploitasi karya cipta robotika. Teknologi menjadi syarat untuk menunjukkan kemajuan robotika di Indonesia dan sebagai bentuk revolusi industri.

Sementara itu, Asisten Keistimewaan Pemprov DIJ Didik Purwadi yang mewakili Gubernur HB X mengatakan, adanya ide kreatif mahasiswa dalam bidang robotika dapat memberikan sinergi dunia perobotan di Indonesia. “Selain kompetisi, KRI harus menjadi sarana pembelajaran bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya untuk memajukan pendidikan di Indonesia, meliputi aspek sosial dan ekonomi,” tuturnya.

Wakil Ketua Pelaksana KRI Slamet Riyadi MSc Ph.D menjelaskan, KRI sudah dua kali dilaksanakan di UMY, setelah KRI 2015. KRI kali ini terdapat lima kategori yang diperlombakan. Pertama, Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), di mana pemenang kejuaraan ini akan dibawa ke Abu Robocom di Vietnam. Penilaian dalam kategori ini, robot yang paling banyak mengumpulkan nilai atau poin adalah yang melempar bola secara cepat.

Kedua, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). Jenis robot yang ditampilkan lebih kecil dari Abu. Penilaiannya, robot yang paling cepat memadamkan api mendapat poin banyak. Ketiga, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Kontes robot ini dihadirkan musik, sehingga robot kontestan akan menari sesuai iringan musik yang telah disediakan panitia. Jenis musiknya tari tradisional. Robot pun menggunakan pakaian tradisional.

Keempat, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), terbagi Beroda dan Humanoid. Untuk beroda mempunyai konsep memakai roda dan tidak berwujud manusia. Sedangkan humanoid, bentuknya menyerupai manusia dan bisa berjalan kaki. Perhelatan KRI berlangsung hingga (final) hari ini  Jumat (13/7). (cr6/laz/fn)