MUNGKID – Setelah bawang merah dan ayam potong, kini giliran komoditi telur ayam negeri yang harganya gila-gilaan. Saat bulan puasa lalu harga per kilogram telur stabil di bawah Rp 20 ribu. Kemudian saat Lebaran naik hingga Rp 22 ribu.

“Namun dua minggu yang lalu harga terlur melejit hingga angka Rp 28 ribu. Baru empat hari ini mulai turun hingga harga Rp 27 ribu,” kata salah satu penjual sembako di Pasar Japunan, Mertoyudan Roladiyah Rabu (12/7).

Dikatakan, meskipun harga telur melejit naik, telur tetap laku dibeli langganan. Tetapi dia berharap, harga dapat segera normal. “Pelanggan tetap membeli meskipun harga naik. Terutama yang berjualan nasi goreng. Karena nasi goreng di Magelang mayoritas memakai telur sebagai pelengkap.”

Roladiyah mengaku mendapat pasokan telur dari empat sales. ”Kemungkinan cuaca yang dingin mempengaruhi ayam untuk bertelur,” ujarnya.

Terpisah, penjual nasi goreng di Desa Jogonegoro, Kecamatan Mertoyudan Budi menuturkan tetap menjual harga nasi goreng dengan harga normal. Padahal harga telur sedang naik. Paling repot, kalau ada pembeli yang menginginkan dua telur, yakni satu digoreng bersama bumbu dan nasi, serta satu lagi berupa telur ceplok atau mata sapi.

“Tidak enak sama pelanggan kalau menaikkan harga. Padahal dalam nasi goreng dan bakmi goreng memakai telur sebagai tambahan,” ungkapnya.

Harga kebutuhan pokok masyarakat berdasar info dari Diskoperindag UMKM Pemkab Magelang disebutkan, beras Mentik Wangi Rp 13.000 per kg, beras IR 64 medium Rp 11.000 per kg, dan IR 64 Premium Rp 12.000 per kg. Kemudian ayam potong Rp 34.000 per kg, daging sapi Rp 120.000 per kg, cabai merah keriting Rp 35.000 per kg, cabai rawit hijau Rp 35.000 per kg, cabai rawit merah Rp 50.000 per kg, bawang merah Rp 33.000 per kg dan bawang putih Rp 30.000 per kg. (dem/laz/fn)