KULONPROGO – Nasib nahas dialami Harjowiyono, 90, warga Pedukuhan Kalibayam, Desa Kulur, Kecamatan Temon. Kakek yang tinggal sebatang kara ini tewas mengenaskan, tubuhnya terpanggang dalam kebakaran yang juga menghanguskan seluruh rumahnya, kemarin sore (12/7).

Berdasarkan sumber di lapangan, api diketahui sudah membesar dan melahap bangunan rumah korban yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu sekitar pukul 15.00. Tubuh korban ditemukan hangus di bagian sudut belakang rumah, sejuru setelah api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dibantu warga sekitar.

Praktis tak ada warga yang tahu persis kejadian tersebut, sebab sang kakek hidup seorang diri. Kendati ada beberapa rumah di samping rumah korban, namun juga tengah sepi ditinggal pengguninya. Diduga kuat sumber kebakaran berasal dari api tungku bakar yang biasa digunakan kakek tersebut untuk merebus air guna keperluan mandi.

”Diperkirakan korban hendak memasak air untuk mandi. Namun, apakah nyala api terlalu besar atau bagaimana, tidak ada yang tahu karena tidak ada saksi saat kejadian,” ucap Kapolsek Temon, Kompol Setyo Heri Purnomo di sela olah tempat kejadan perkara (TKP).

Dijelaskan, tiadanya saksi yang tahu persis kejadian, hal itu cukup menyulitkan polisi untuk mengungkap apa penyebab tewasnya korban. Melihat posis korban saat ditemukan kali perama, dimungkinkan sang Kakek sempat mencoba menyelamatkan diri namun tidak berhasil.

”Hal itu bisa terindikasi dari posisi tubuh korban saat ditemukan berada di dekat area jamban yang ada penampung airnya di bagian sudut belakang rumah berukuran sekitar 4×5 meter tersebut,” jelasnya.

Posisi tubuh korban juga menunjukkan jika korban sempat terjebak kobaran api dalam rumah dan kuasa menyelamatkan diri, sambungnya, terlebih bangunan rumah terbuat dari kayu dan berdinding bambu. Selain itu, rumah itu hanya memiliki satu akses pintu yani di bagian depan rumah.

Kepala Dukuh Kaligayam Suroso menuturkan, saat kejadian dirinya sempat dihubungi, namun ketika sampai di lokasi api sudah, rumah korban sudah roboh menjad arang, mobil pemadam kebakaran juga sudah diterjunkan.

”Warga cukup sigap, api yang membesar tidak sampai merembet ke rumah yang berada di sampingnya, awalanya waga juga tidak tau, kalau ada korbannya,” katanya.

Kerabat korban, Raharjo mengamini, setiap hari kakeknya memang tinggal sendirian di rumah, karena sudah tua juga suda terbatas geraknya. Keluarganya yang selalu mengurus kebutuhan makan. (tom/ila/fn)