BANTUL – Warga Dusun Payaman Lor, Girirejo, Imogiri kini dapat bernapas lega. Itu seiring dengan beroperasinya instalasi penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) Rabu (12/7). Mereka selama ini mengandalkan air sumur gali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, kualitas airnya tidak layak. Lantaran berkapur.

”Beda dengan air pamsimas,” tutur seorang pengurus Pamsimas Desa Girirejo Haryono di sela peresmian pamsimas. Instalasi ini diresmikan Bupati Bantul Suharsono.

Haryono menyebut ada sekitar 400 rumah yang bakal teraliri air pamsimas. Hanya, pipa pamsimas saat ini baru menjangkau 136 rumah. Kendati begitu, Haryono memastikan seluruh rumah warga bakal teraliri air bersih.

”Nantinya dengan pengembangan lagi,” ucap Haryono mengungkapkan bahwa Dusun Payaman Lor termasuk salah satu wilayah terdampak musim kemarau.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Bobot Ariffi ‘Aidin menargetkan problem dampak musim kemarau tuntas pada 2023. Artinya, dalam lima tahun ke depan seluruh desa se-Bantul bakal teraliri air bersih. Terutama, desa yang kerap menjadi langganan kekeringan. Salah satu caranya dengan membangun instalasi pamsimas.

”Hingga 2018 sudah ada 30 desa yang terbangun pamsimas,” sebutnya.

Kendati begitu, bekas kepala bagian administrasi pembangunan Setda Bantul ini menekankan, penyediaan air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab DPUPKP. Melainkan PDAM dan masyarakat. Agar penyediaan air bersih dapat segera merata.

”Seharusnya program pamsimas dan PDAM berjalan beriringan,” ujarnya.

Lalu, bagaimana dengan anggaran pembangunan pamsimas? Dia menyebut ada tiga sumber. Yakni, pemkab, provinsi, dan pemerintah pusat.

”Termasuk masyarakat sendiri. Tapi bentuknya tidak tunai (uang). Melainkan gotong royong,” tambahnya.

Bupati Bantul Suharsono berpesan agar warga menjaga dan merawat instalasi pamsimas. Agar instalasi ini sanggup mencukupi kebutuhan suplai air bersih warga.

”Masyarakat dan pemerintah harus bersinergi,” pesannya. (ega/zam/fn)