SEMENTARA ITU, sebanyak dua becak motor dan sepuluh sepeda motor yang parkir di sepanjang Jalan Pasar Kembang, Jogja dirazia oleh tim gabungan Dishub Kota Jogja dan Satlantas Polresta Kota Jogja dibantu Satpol PP, Kamis (12/7).

Razia penertiban dilakukan mengingat kerapnya terjadi kepadatan di sepanjang jalan tersebut. Menurut Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub Kota Jogja Sugeng Sanyoto, setelah sebulan diadakan sosialisasi, pihaknya sepakat antara Pemkot Jogja dan Satlantas melakukan penegakan larangan Parkir.
Selain mengangkut beberapa kendaraan tersebut ke pos polisi Jalan Sudirman, juga melakukan penggembosan sepeda motor dan mobil yang nekat parkir di jalan tersebut.

Dia juga mengumumkan ke PT KAI, bahwa pengunjung yang akan membeli tiket dan menjemput tidak boleh parkir sepanjang Pasar Kembang. ”Tapi parkir pada tempat yang disediakan. Baik di parkir ABA atau yang disediakan PT KAI. Selanjutnya kalau tidak diambil akan dibawa ke pos polisi,” katanya kepada wartawan.

Termasuk kepada pengemudi ojek online, dia mengimbau agar tidak parkir di timur KA Log yang bisa menimbulkan terjadinya penumpukan.
Disinggung mengenai juru parkir (jukir) liar di tempat tersebut, pihaknya mengaku melakukan penertiban salah satunya dengan mendata KTP masing-masing jukir liar. Jika ternyata jukir tersebut tidak bisa menunjukkan KTP maka akan ditindak dengan pasal gelandangan dan bisa diangkut ke panti sosial. ”Bekerja sama dengan Satpol PP,” tuturnya.

Kasubmit Turjawali Satlantas Polresta Jogja Ipda Jayeng Hadi menambahkan, pihaknya mendukung kegiatan penertiban tersebut bersama dengan Satpol PP. Diharapkan agar setelah penertiban tersebut arus lalu lintas di Jalan Pasar Kembang bisa lancar.

Dia mengungkapkan, ada sepuluh roda dua yang dibawa ke Pos Simpang 4 Pingit. Pertama dilihat surat-suratnya. Jika tidak ada diangkut dalam keadaan gembos. Termasuk jika tidak lengkap pelat nomor dan suratnya juga dilakukan penindakan hukum. ”Penindakan karena sosialisasi sudah dilakukan,” jelasnya. (riz/ila/fn)