KULONPROGO – Panwaslu Kabupaten Kulonprogo menemukan 6.899 data bermasalah dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo 16 Juni 2018 lalu.

Kesalahan data meliputi beberapa item, di antaranya nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (NKK), jenis kelamin, tanggal lahir, alamat, dan status perkawinan.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kulonprogo Ria Harlinawati menyatakan, tahapan Pemilu 2019 yang tengah berjalan saat ini yakni Pemutakhiran Data Pemilih dan Penyusunan Daftar Pemilih. Pihaknya melakukan pengawasan agar Daftar Pemilih Tetap (DPT) nantinya valid, akurat, mutakhir, dan komprehensif.

”Dari hasil pencermatan by name by address terhadap DPS yang sudah diumumkan, kami menemukan 6.899 data bermasalah,” tandasnya Rabu (12/7).

Dijelaskan, ribuan data bermasalah itu rinciannya pemilih ganda sebanyak 117 orang, NIK/NKK Kosong 133 orang, pemilih dengan NKK luar daerah/luar desa 230 orang. Kemudian pemilih dengan status TNI Aktif satu orang, pemilih dibawah 17 tahun dan belum pernah kawin ada dua orang. Juga ada pemilih yang sudah meninggal dunia sebanyak 279 orang, pemilih pindah domisili terdaftar sebanyak 76 orang.

”Selebihnya pemilih tidak jelas identitasnya (fiktif) dua orang, pemilih memenuhi syarat tapi tidak terdaftar 55 orang, pemilih yang datanya salah atau kurang lengkap sebanyak 6.004 orang,” jelasnya.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, Panwaslu Kabupaten Kulonprogo Tamyus Rochman menegaskan, pihaknya akan mengirimkan Surat Himbauan (saran perbaikan) kepada KPU Kulonprogo agar saran perbaikan bisa ditindaklanjuti.

”Kami juga mengirimkan Surat Imbauan (saran perbaikan) kepada PPK setempat. Harapannya imbauan secara berjenjang maka data-data bermasalah tersebut bisa ditindaklanjuti dari tingkat bawah untuk kemudian dikawal hingga jajaran diatasnya,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo Muh Isnaini menyatakan, pihaknya sudah menerima data dari Panwaslu Kulonprogo. Pihaknya juga sudah mulai menindaklanjuti dengan membetulkan dan mencocokkan baik di tingkat kecamatan maupun desa. Panwascam juga sudah berkoordinasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

”Saya berharap data sudah betul di Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk benar-benar memastikan pemilih yang punya hak sudah masuk dan pemilih yang tidak punya hak sudah dihapus dan data salah dibetulkan,” katanya. (tom/ila/fn)