BANTUL – Masyarakat tak perlu khawatir dengan kenaikan harga telur belakangan ini. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul Subiyanta Hadi memastikan bahwa harga salah satu komoditas tersebut segera kembali normal. Maksimal pekan depan.

”Sekarang sudah mulai turun kok. Per kilogram (kg) hari-hari ini Rp 26 ribu,” jelas Subiyanta di kantornya Rabu (12/7).

Keyakinan Subiyanta ini menyusul penelusuran disdag. Dia menyebut ada sejumlah faktor penyebab naiknya harga telur hingga Rp 28 ribu per kg. Antara lain, hajatan. Tidak sedikit warga yang menggelar hajatan selama bulan Syawal. Sementara bulan Syawal tinggal tersisa beberapa hari lagi. Faktor lain yang turut memicu adalah penyaluran bantuan pangan non-tunai (BPNT). Sebagaimana diketahui, di antara komoditas yang disalurkan dalam program ini adalah telur.

”BPNT tidak lama lagi selesai,” ucapnya.

Subiyanta tak menampik ada faktor lain yang memicu kenaikan harga telur. Yakni, turunnya produksi telur di sejumlah peternak besar di Bumi Projotamansari. Kendati begitu, Subiyanta meyakini kondisi ini tak begitu berpengaruh bila musim hajatan telah usai.

”Sebagian besar suplai telur dari peternak lokal,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Subiyanta menceritakan, Rabu (11/7) disdag menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa distributor telur dan peternak ayam. Dari sidak ini diketahui bahwa produksi telur turun drastis. Itu akibat terlambatnya peremajaan ayam petelur.

”Tahun lalu harga telur anjlok, sehingga peternak merugi,” ungkapnya.
Lalu, bagaimana dengan harga cabai rawit merah? Subiyanta juga yakin bakal turun. Bebarengan dengan turunnya harga telur. Meski harganya sempat mencapai Rp 44 ribu per kg.

”Penyebabnya adalah produksi turun, sementara hajatan banyak,” bebernya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Yunianti Setyorini menambahkan, ada tiga sentra penghasil cabai di Kabupaten Bantul. Yakni, Srandakan, Sanden, dan Kretek. Nah, petani di tiga wilayah ini sekarang mulai menanam bawang merah. Dengan begitu, pasokan cabai minim.

”Kenaikan harga juga dipengaruhi oleh musim liburan dan cuaca dingin,” tambahnya.

Yuni, sapaannya optimistis pasokan cabai di pasaran bakal kembali normal. Sebab, para petani bakal menanam cabai setelah tanaman bawang merah berumur beberapa hari.

”Kami juga mengimbau KWT (kelompok wanita tani) menanam cabai di pekarangan rumah,” katanya. (ega/zam/fn)