Nama kiper PSIM Jogja, Ivan Febrianto,26 layak disebut sebagai pemain terbaik di pekan ketujuh. Tanpa dia, gol semata wayang yang diciptakan gelandang serang Hendri ‘Hendrico’ Setriadi ke gawang Persigo Semeru FC di menit ke 27 tidak ada artinya.

Pada laga tersebut, Ivan dengan cekatan menggagalkan eksekusi penalti dari pemain Persigo Semeru FC, Cakrayuda. Tendangan keras ke kanan gawang, berhasil ditepis oleh kiper kelahiran Semarang, 26 tahun silam itu. Atas penyelamatan gemilang tersebut, tiga poin multlak menjadi milik Laskara Mataram. ”Sebenarnya itu feeling saja. Saya menunggu eksekutor menendang baru saya mengambil keputusan bergerak,” kata Ivan kepada Mainbola.

Melakukan penyelamatan penalti bisa dikatakan sebuah keberuntungan. Namun, keberuntungan menepis bola penalti, tidak bisa didapat tanpa adanya reflek dan insting yang baik.”Tidak ada latihan khusus untuk menggagalkan penalti. Yang penting fokus dan selalu maksimal saat berlatih maupun dilaga sesungguhnya,” jelas pemain yang menggunakan jersey kiper bernomor 20.

Karir Ivan di skuad Laskar Mataram sendiri menanjak setelah dirinya dipercaya sebagai kiper utama menggantikan kiper Tito Rama Maydhike yang harus menepi lama akibat cedera lutut parah. Sebelumnya, Tito merupakan kiper ketiga PSIM Jogja, karena kala itu dicadangan ada nama kiper gaek Ony Kurniawan, yang kini telah gantung sarung tangan dari PSIM.

Debut kiper dengan tinggi 175 cm ini terjadi ketika Laskar Mataram berhadapan dengan Madiun Putra pada 2017 lalu. Itulah kali pertama dia bermain dihadapan pada supporter fanatik Brajamusti dan The Maident. Kala itu, Ivan gagal menyatatkan cleansheet.”Sempat nervous bermain di hadapan ribuan pendukung. Sekarang sudah terbiasa,” katanya.

Ivan pun berambisi untuk terus mendapatan kepercayaan dari pelatih. Selain itu, ambisi terhadap tim yakni membawa PSIM Jogja kepada persaingan yang lebih baik di Liga 2. Harus diakui, cobaan yang dihadapi skuad parang biru pada awal musim tidaklah mudah. Sebab, PSIM Jogja harus berlaga dengan nilai minus.

Dia pun berharap capaian positif yang diraih oleh PSIM Jogja tidak membuat pemain skuad PSIM Jogja cepat puas. ”Kita harus terus ingat pada target awal. Kalau ingat target maka bermain jadi semangat,” ujarnya. (bhn/din/fn)