(GRAFIS: ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA)

GUNUNGKIDUL – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius. Kendati mengalami penurunan dibanding tahun lalu, penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini setidaknya menyebabkan 33 warga harus menjalani perawatan di RSUD Wonosari. Di antara mereka adalah anak-anak.

Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) RSUD Wonosari Martono mengungkapkan, 33 pasien DBD yang dirawat di RSUD Wonosari dalam rentang tujuh bulan terakhir. Itu termasuk dua pasien anak yang hingga Rabu (12/7) masih menjalani perawatan intensif di Bangsal Dahlia.

”Dalam sepekan terakhir ada tiga pasien. Tapi, satunya diperbolehkan pulang,” jelas Martono di kantornya.

Kepala Bangsal Dahlia RSUD Wonosari Suryani mengungkapkan, ada kesamaan di antara seluruh pasien DBD. Rerata mereka tinggal di wilayah perkotaan.
Ketika disinggung mengenai jumlah pasien tahun lalu, Suryani menyebut dalam rentang tujuh bulan mencapai 61 orang. Satu di antaranya meninggal dunia.

”Dalam periode yang sama jumlah penderita tahun ini sebenarnya turun drastis,” ungkapnya.

Hana Putri Ramadhani, seorang anggota keluarga salah satu pasien menceritakan, pasien dibawa ke RSUD Senin (9/7). Itu setelah kondisi pasien asal Plumbungan, Karangmojo tersebut memburuk.

”Tapi sekarang sudah berangsur membaik,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawati mengungkapkan hal senada. Menurutnya, data penderita DBD yang diterima dinas tidak hanya dari RSUD. Melainkan dari seluruh rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan se-Gunungkidul. Kendati begitu, Dewi tidak hapal dengan jumlah total penderita DBD tahun ini.

”Sekarang masih dinas luar,” ucapnya singkat.

Kendati turun, Bupati Gunungkidul Badingah tetap menaruh perhatian serius terhadap penanggulangan DBD. Itu ditandai dengan penekenan surat edaran (SE) bupati. SE tersebut ditujukan kepada seluruh kecamatan dan puskesmas.
”Isinya terkait dengan program gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” jelas Badingah Rabu (12/7).

Menurutnya, penurunan penyakit DBD tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat. Mereka ikut berperan aktif dalam PSN. Seperti menguras dan menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas, serta memantau lingkungan. Kendati begitu, Badingah tetap berharap kepedulian masyarakat terhadap kesehatan lingkungannya ditingkatkan lagi. (gun/zam/fn)