MERIAH: Peserta IKM Carnival pawai menyusuri Jalan Magelang dari Lapangan Sendangadi Mlati menuju Lapangan Denggung, Tridadi, Sleman Rabu (12/7).

SLEMAN – Beragam cara dilakukan pemerintah kabupaten/kota di DIJ untuk mendongkrak sektor industri kecil dan menengah (IKM). Salah satunya melalui pameran potensi daerah (PPD) yang diselenggarakan Pemkab Sleman di kompleks Lapangan Denggung pada 12-21 Juli 2018. Acara ini diawali dengan IKM Carnival yang diikuti 26 kontingen Rabu (12/7).

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan, IKM Carnival dan PPD 2018 menjadi salah satu upaya menyambut era ekonomi global. Agar ke depan produk lokal Sleman tak tergerus komoditas impor yang mulai memadati pasar Indonesia. “Jangan sampai kita menjadi tamu di rumah sendiri,” serunya saat melepas kontingen IKM Carnival Kamis (12/7) sore.

Dikatakan, Sleman memiliki 27.139 UMKM dan 1.200 IKM. Promosi dengan cara unik diperlukan untuk menarik minat konsumen. Sri Muslimatun optimistis, berbagai terobosan dan cara unik berpromosi mampu membuat produk lokal tetap eksis di tengah gempuran komoditas asing. Di sisi lain, pelaku IKM tak boleh berhenti hanya di pameran atau karnaval produk. Tapi terus berupaya membuat produk yang khas, unik, serta berkualitas. Agar produk tersebut memiliki daya saing kuat menghadapi perdagangan bebas. “Pelaku IKM butuh didukung seluruh masyarakat untuk turut serta mempromosikan produk-produk lokal lebih gencar lagi,” ujarnya.

Lewat IKM Carnival, kata Muslimatun, Pemkab Sleman ingin menunjukkan bahwa produk lokal Sleman sangat beragam serta mampu bersaing secara eksis dengan produk impor.

“Semoga lebih banyak produk IKM Sleman yang bisa menasional atau go internasional. Dari Sleman untuk Indonesia,” tegasnya.

Ribuan orang terlibat dalam ajang itu dengan mengenakan beragam kostum. Mereka berjalan dari Lapangan Sendangadi, Mlati menuju Lapangan Denggung. Ajang itu sekaligus menjadi sarana pamer produk IKM. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan, pameran potensi daerah diikuti peserta dari berbagai instansi pemerintahan, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), perbankan, dan industri kuliner.

Bertema “Sleman Kreatif Menuju Smart Regency”, pameran potensi daerah memberikan beragam fasilitas bagi pengunjung. Salah satunya, wifi gratis di pojok kuliner. “Pengunjung bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk mengakses berbagai sistem informasi Pemkab Sleman, sekaligus mem-viral-kan pameran potensi daerah di media sosial,” ujar Endah.

Pameran potensi daerah kali ini juga dimeriahkan beragam acara, seperti talkshow kesehatan dan tari cuci tangan karyawan RSUD Sleman, lomba mewarnai dan aglonema, gelar seni budaya, kuliner fair, comfest, dan penyerahan doorprize serta grandprize bagi pemenang lomba. (har/yog/fn)